Beberapa tahun terakhir isu penyelamatan satwa sempat seperti menjadi trend dalam upaya penegakan hukum satwa liar. Namun hal itu justru makin membuat menumpuknya satwa di beberapa Pusat Penyelamatan Satwa(PPS) yang ada di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan tempat untuk merehabilitasi satwa hasil penertiban yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) yang di titiprawatkan di PPS yang ada serta lokasi pelepasan bagi satwa-satwa itu sendiri. untuk jenis-jenis burung sendiri untuk saat ini masih sangat sedikit sekali tempat rehabilitasinya. Salah satunya adalah untuk jenis burung elang. Pada tahun 2005, Jaringan Pusat Penyelamatan Satwa Indonesia bersama BKSDA sempat menginisiasi beberapa PPS untuk menangani beberapa jenis elang untuk di rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alam. Dari hasil workshop yang dilakukan di Jakarta, diputuskan untuk PPS Tegal Alur dan PPS Jogja(Yogyakarta) khusus menangani jenis elang perairan seperti Elang Bondol(Haliastur indus) di Kepulauan Seribu bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dan PPS Jogja menangani Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster) bekerjasama dengan Balai Taman Nasional KarimunJawa. Sedangkan untuk jenis-jenis elag hutan selanjutnya akan ditangani oleh PPS Bali dan PPS Cikananga. Dari keputusan tersebut telah dilakukan beberapa kali penglepasan kembali elang ke habitatnya. PPS Jogja pada tahun 2004 telah melepasliarkan 4 ekor Elang Laut Perut putih, PPS Bali melepaskan Elang Brontok(Spizaetus cirrhatus) di daerah Tamblingan pada tahun 2005 dan PPS Cikananga melepasliarkan Elang Ular Bido(Spilornis cheela), Elang Tikus(elanus caeruleus) serta Elang Brontok di Cagar Alam Cikepuh, Jawa Barat 2004 dan 2005. Sedangkan untuk PPS Tegal Alur melepaskan 8 ekor elang bondol pada 8 Agustus 2005 dan sampai saat ini program rehabilitasi tetap berjalan yang saat ini di kelola oleh Jakarta Animal Aid Network. Makin sulitnya segi pendanaan yang di alami oleh beberapa PPS pada akhirnya berimbas pada program yang sudah di mulai dan akhirnya berhenti. Sedangkan keberadaan elang di PPS masih sangat banyak.
Di Mana saja Pusat Rehabilitasi Elang yang ada di Indonesia?
untuk saat ini Pusat Rehabilitasi dan Sanctuary(rumah jompo) untuk jenis Elang yang ada di Indonesia, di Jawa khusunya ada tiga tempat yaitu Pusat Rehabilitasi Elang kepulauan Seribu di Pulau Kotok Besar Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Panaruban Raptor Center di Subang-Jawa Barat dan Suaka Elang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak(Profil; lihat halaman suaka elang).
Pusat Rehabilitasi Elang Kepulauan Seribu
Pusat Rehabilitasi Elang Kepulauan Seribu sendiri, yang saat ini di kelola oleh Jakarta Animal Aid Network, diresmikan oleh Menteri Kehutanan MS. Kaban pada tanggal 8 Agustus 2005 sebelumnya dikelola oleh PPS Tegal Alur sampai tahun 2006 dan Tahun 2007 dikelola oleh International Animal Rescue Indonesia sampai pertengahan tahun 2008. Dari tahun 2005 sampai saat ini program rehabilitasi tersebut telah melepasliarkan lebih kurang 40 ekor elang bondol dan elang laut di kawasan taman nasional laut kepulauan seribu. untuk info lebih lanjut klik disini.
Panaruban Raptor Center
Panaruban Raptor Center saat ini hanya menangani jenis-jenis elang hutan seperti Elang Jawa(Spizaetus bartelsi) Elang Brontok(Spizaetus cirrhatus) dan Elang Ular Bido(Spilornis cheela). Untuk Info lebih lanjut klik disini.
Suaka Elang
Suaka Elang atau Raptor Sanctuary adalah program kemitraan yang di inisiasi oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak bersama instansi pemerintah lainya dan beberapa LSM serta perusahaan. Suaka elang sendiri umurnya masih sangat muda karena baru di resmikan pada tanggal 25 November 2008. Suaka Elang atau Raptor Sanctuary untuk saat ini lebih memfokuskan untuk penanganan elang-elang yang kondisinya cacat dan tidak bisa dikembalikan lagi ke alam. Namun tidak menutup kemungkinan juga melakukan pelepasliaran kembali elang-elang yang kondisinya memang layak untuk dilepas. Untuk info tentang suaka elang bisa dilihat di halaman suaka elang/raptor sanctuary di blog ini. Untuk jenis elang yang saat ini sedang menjalani perawatan di suaka elang adalah; Elang Jawa(Spizaetus bartelsi), Elang Ular Bido,(Spilornis cheela) Elang hitam dan Elang Paria(Milvus migran)






sip Mas
wah.. saya kirain raptor dinosaurus..
Kata Raptor untuk jenis elang karena memang jenis elang merupakan burung pemangsa atau sebagai top predator. mungkin di zaman Dinosaurus dulu predator ya si dinosaurus itu. Dan sekarang elang sebagai top predator dalam susunan rantai makanan di hutan sehingga elang disebut juga sebagai raptor. Tapi selain raptor, bangsa burung pemangsa juga ada sebutan lain seperti Garuda, rajawali dan Jatayu. Tapi yang sering dan di pakai kata “Raptor” itu tadi.
terimakasaih sudah mau berkunjung di blog saya.
mantapb pak..!!
oce dah
profesional sekali, jadi tambah ngerti, thanks