Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster)

Status: Stabil

Nama lokal: Elang Laut Perut Putih. Biasa juga orang menyebutnya Rajawali, Garuda, dan Elang ikan.

Nama Latin: Haliaeetus leucogaster,J.M.Gmelin, 1788.

100_0648

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Order : Falconiformes
Family : Accipitridae
Genus : Haliaeetus
Species : Haliaeetus leucogaster, J.M.Gmelin, 1788

Deskripsi

Berukuran besar dengan panjang 70-80 cm.Tubuh berwarna putih, Abu-abu dan hitam. Individu dewasa: Kepala, leher dan bagian bawah badan berwarna putih. Sayap, punggung dan ekor berwarna Abu-abu, Bulu primer Hitam Pada individu yang masih anak dan remaja warna cokelat pucat dan akan berubah warna sekitar umur 3 tahun. sedangkan warna Abu-abu sayap berwarna cokelat tua.Bentuk ekor menyerupai baji. Warna iris cokelat, paruh dan sera abu-abu.

Distribusi

Penyebaran Elang Laut Perut Putih di dunia meliputi India, Asia Tenggara, Filipina, indonesia sampai Australia.

Di Indonesia umum di jumpai di derah Kepulauan atau daerah-daerah dekat pantai, Danau besar, Rawa dan sungai-sungai besar yang dekat dengan daerah pantai di seluruh kawasan Sunda Besar. Umum di jumpai di daerah Sumatera dan kalimantan. Jawa dan Bali sudah jarang di temukan.

Status

Secara hukum perlindungan satwa semua jenis burung elang di Indonesia dilindungi oleh undang-undang No.5 Tahun 1990 dan PP 7dan 8 yang melarang segala kegiatan perburuan, penangkapan untuk di perdagangkan maupun sebagai burung peliharaan. Keberadaan elang laut itu sendiri untuk Sumatera dan Kalimantan masih mudah di jumpai jika dibanding dengan Pulau jawa dan Bali.

Suara

Teriakan nyaring seperti rangkong dan burung gagak”ah-ah-ah-….”

Habitat dan Kebiasaan

Habitat elang laut biasanya adalah di daerah-daerah yang dekat dengan perairan. Kebiasaan saat mencari makan adalah terbang berputar-putar di kawasan perairan, danau besar, sungai besar dan rawa. Sering mengunjungi daerah pesisir pantai sampai daerah yang ketinggianya mencapai 3000 m dpl.

Makanan

Makananya cukup bervariasi, namun tidak semua jenis makanan dimakan oleh jenis ini. Makanan kesukaanya adalah jenis ular laut kura-kura dan anak penyu laut. Burung-burung air seperti penggunting laut, petrel, camar,cikalang, pecuk dan cangak. Jenis mamalia yang dimakan biasanya jenis pengerat domestik pada umumnya seperti tikus.

Berbiak

Musim kawin pada Elang Laut di Pulau Kalimantan dan Asia Tenggara antara bulan Januari-Juni. Di Jawa dan Sulawesi musim kawin biasanya terjadi pada bulan Mei-Oktober. Di Jawa, di Kepulauan Seribu, musim kawin dan berbiaknya adalah bulan Mei-Oktober.

Ketika memasuki musim kawin, pasangan elang laut akan membuat sarang pada pohon yang tinggi di antara pohon-pohon yang lain. Material sarang biasanya terdiri dari ranting-ranting kayu yang kering, dedaunan dam kadang rumput laut. Sarang berukuran besar dengan lebar sekitar 1meter dan panjang bisa mencapai 1,65meter. Jika digunakan terus menerus, sarang bisa mencapai tinggi sekitar 2-3meter.

Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 2-3 telur. Jika kondisi berbiaknya bagus semua telur bisa di tetaskan.

Elang laut adalah jenis yang teretorial. Mereka akan menjaga daerah sarangnya dari ancaman predator maupun manusia. Daerah jelajah ketika sedang musim kawin biasanya akan lebih di persempit. Di kepulauan seribu sepasang elang laut yang berbiak dip[erkirakan daerah jelajahnya sekitar 13,39km.

image peta daerah jelajah pasangan elang laut yang berbiak di Pulau Yu Barat, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Daftar Pustaka

MacKinon,1998; seri panduan lapangan Burung Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan

Prawiradilaga.DM. dkk, 2003; Seri panduan Burung Pemangsa Taman Nasional Gunung Halimun

Gunawan dan Asman A. Purwanto; distribusi dan populasi Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster) di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

& Komentar

  1. detil banget mas…salut
    oya gabung neng nggone nyonk juga ya….nggone rika ora ana buku tamune si…

  2. ya kye be anu nyambi sinau lah

  3. Dasyat Pak
    Di sini ternyata lautan ilmu

  4. Terima kasih. Blog sampeyan juga banyak informasi tempat makanan kesukaan saya,…

  5. wew
    informatif bangettt
    makasih ya informasinya
    :)

  6. Di daerahku ada elang ini bersarang di sutet…

  7. wow,.. it’s amazing,… di Indonesia masih jarang elang yang bersarang di menara sutet dan menara2 lainnya. saya sebelumnya baru melihat hal seperti itu waktu di kepulauan seribu.

    Thanks infonya

  8. Wow…mas keren sekali..kmarin saya juga baru jalan2 dari pulau rambut n pulau pari (ada kuliah lapangan dari prodi saya *universitas di rahasiakan* heheh)…dan kebetulan mlihat si elang ini..pertama kali melihatnya…lagi ngejagain anaknya…tapi koq udah ada anaknya ya ? kmaren kayaknya ada seekor..kliatan kepalanya nongol dikit, padahal baru masuk bulan mei (kulap tgl 8-9-10 mei), apa pas bulan2 februari itu udah kawin ?
    thenx..sakses trus..
    Imam S [+] dfordedoctors@yahoo.com

  9. SSSSSSSSiiiiiiiiiiiiiiiiippppp….
    Aku juga punya tuh elang laut…… kunjungi yah,.,,,hehehehehe

    http://mepow.wordpress.com/2009/07/25/haliaeetus-leucogaster-white-breasted-sea-eagle/

  10. UUp,…
    hehehee…. aku wis sering berkunjung nang Blogmu,…

    Tetap berikan informasi2 yang lebih bagus and keren lagi

  11. OK man.. oya…
    Posting anis merah dunk…
    ilmiah tapi,, literatur22 gitu.. angel banget golekee… aku arep rencana penelitian kui buat sleman.. Cariken yo… ra di posting juga ga popo kirimke emailku…

  12. sekadar info.. di Kota Cirebon, sedang marak penjualan elang perut putih secara bebas. Elang biasanya ditangkap dari daerah Ngawi Jawa Timur dan dijual dengan harga satuannya Rp200 ribu.

  13. Terima kasih bung Yuda atas informasinya,…

    Sekarang ini memang lebih banyak yang masuk ke jalur perdagangan lebih banyak dari Jawa bagian timur. dan ironisnya sekarang banyak pemain baru yang menjajakan daganganya di Pinggir jalan… untuk yang di cirebon sudah masuk dalam daftar. teman2 yang fokus di Penegakan hukum masih terus memantau jaringan Mafia Satwa Liar. Jadi,.. informasi macam ini akan sangat membantu,..

    Terima Kasih Bung Yuda,..


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar