Konservasi Burung Dalam Perspektif Islam

Agama Rahmatan Lilalamin

Pycnonotus aurigaster

Islam adalah Agama terakhir atau Agama penutup sebagai agama Rahmatan Lilalamin yaitu agama yang di wahyukan Allah SWT kepada Nabi Besar Muhamad SAW sebagai rahmat dan berita gembira bagi seluruh mahluk dan umat yang ada di muka Bumi.

Islam hadir bukan hanya untuk umat manusia saja melainkan meliputi seluruh mahluk ciptaan Allah SWT seperti Hewan, Tumbuhan dan alam semesta tempat tinggal kita di dunia. Seperti yang dijelaskan dalam Alqur’an” Tidaklah binatang-bnatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat juga seperti kamu. Tidaklah kami dialpakan sesuatupun didalam Al Qur’an, kemudian kepada tuhanlah mereka dihimpunkan“(6:38).

Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna diwajibkan menjadi khalifah dimuka bumi ini maka hendaknya seperti lebah dimana semua yang dia makan itu bersih, apa yang dia keluarkan itu manis dan dimanapun dahan yang dia tempati tidak akan rusak(Iman hazrat Ali). Oleh sebab itu, sebagai muslim yang taat kepada setiap perintah dan laranganya wajib menjalankan aturan tersebut dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT. Tapi dewasa ini kelakua umat manusia tidak sejalan dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Pembabatan hutan sebagai tempat tinggal hewan-hewan seperti burung dan lainya merupakan perbuatan yang jauh melenceng dari Firman Allah di atas.

Tempat tinggal burung yang terbaik adalah Alam

Gunung salak, hutan terbaik habitat burung dijawa

Allah menciptakan semua mahluk-Nya dengan segala kebaikan. Baik itu dari bentuk tubuh, kemampuan dan sekaligus penempatan habitat terbaik sesuai dengan tugas dan perananya di alam. Sebagai pencipta, Allah Maha Tahu atas semua kebaikan setiap mahluknya. Burung sebagai salah satu mahluk Allah memiliki peranan penting dalam sebuah ekosistem maka dari itu. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah yang artinya” Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah; kepadanya bertasbih apa yang dilangit dan dibumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui cara sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan“(24:41).

Oleh sebab itu, jika burung, di ambil dari alam maka ada beberapa hak burung yang dilanggar yaitu sebuah kebebasan dan kesempatanya untuk memuji Allah SWT dengan mengembangkan sayap dan suara mereka, serta hidup bebas di habitat terbaiknya yang telah diberikan Allah. Selain itu pula burung tersebut tidak dapat menjalankan kewajibanya yaitu kawin, berkembang biak, memencarkan biji dan mengontrol populasi mangsanya dan juga menganggu ukuran yang telah ditetapkan Allah. Allah SWT telah menjelaskan semua peranan itu dalam sebuah firman yang artinya” Dialah yang menciptakan segala sesuatu menurut ukuran ukuran tertentu“(25:2). Islam memang tidak melarang untuk memanfaatkan burung asalkan meiliki alasan yang jelas dan yang di Ridhoi Allah SWT.

Konservasi Burung

Burung sebagai mahluk Allah SWT yang diciptakan dengan keindahan bentuk, bulu dan suaranya yang merdu menjadikan burung banyak disukai oleh manusia. Tak heran jika burung adalah salah satu satwa yang banyak di eksploitasi berlebihan oleh manusia tanpa meikirkan kesejahteraan hewan tersebut. Bisa kita lihat dipasar-pasar burung tak jarang burung yang disimpan berjubel dalam satu kandang dengan beberap burung yang mati. Bahkan tak jarang pula ada burung yang makan burung didalam kandang.

photo by Iwan Londo

Indian Black eagle

Banyak jenis burung yang ditangkap hanya burung jantan atau betinanya saja dan terkadang anaknya saja. Padahal kalau beberapa burung ada yang bersifat Monogami seperti Elang, Rangkong, Kakatua dan beberapa jenis lainya. Meihat hal ini Rasullullah bersabda; “Sayangilah apa yang ada dibumi maka kamu akan disayangi yang dilangit” (H.R. Muslim). Merusak alam, membunuh hewan tanpa alasan yang dibenarkan juga merupakan dosa karena telah mendahului ketentuan Allah SWT.

Islam sangat memperhatikan kehidupan hewan seperti firman Allah SWT dalam surat Huud;40 yang artinya ” Hingga apabila perintah kami datang dan dapur telah memancarkan air, kami berfirman; “Muatkanlah kedalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang jantan dan betina,..”

Bahkan seorang wanita pelacur hina pun diampuni dosanya oleh Allah SWT karena walapun dia dalam keadaan kehausan dia lebih memilih memberikan air minumnya untuk seekor anjing yang sedang kehausan, dan seorang ahli ibadah pun akan terhalang masuk surga karena pernah meninggalkan kucingnya di dalam kamarnya hingga mati karena kelaparan. Maha Besar Allah yang selalu mengasihi seluruh mahluknya. Allah tidak menciptakan mahluknya tanpa ada manfaatnya di dunia.

About these ads

7 thoughts on “Konservasi Burung Dalam Perspektif Islam

  1. wuidihhh keren blognya..ya aq jarang bgt upload blog ne mas..ntr ajarin lg yah..lupa,,hahaha…mantapppp aq share ke org ykz…

  2. tuisane sampeyan sangarrrrr bro… wangun-lah daftar dadi peneruse GusDus. hehehehe…
    lanjuttt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s