Laporan Penemuan Sarang Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

by: Asman Adi Purwanto

 

Kepulauan seribu yang mempunyai banyak pulau-pulau kecil dan gugusan karang yang merupakan habitat bagi penyu sisik  (Eretmochelys imbricata). Sebagian besar pulau-pulau dikepulauan seribu menjadi tempat mendaratnya penyu-penyu yang akan membuat sarang untuk menaruh telur. Beberapa tahun terakhir, hanya beberapa  pulau saja yang menjadi tempat peneluran penyu sisik di kepulauan seribu, khususnya Taman Nasional Kepualuan Seribu. Penyu pada umumnya akan menggunakan pantai yang bersih untuk membuat sarang yang akan digunakan untuk menaruh telur-telurnya. Sedangkan kebutuhan pulau yang diperlukan untuk saat ini sudah sangat jarang sekali karena sebagian pulau pantainya banyak kayu-kayu besar yang bisa menghalangi penyu naik kepulau yang akan di gunakanya.

Selain melakukan program rehabilitasi Elang Bondol(Haliastur Indus) dan Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster), IAR Indonesia di Pulau Kotok Besar mencoba meyelamatkan sarang dan telur penyu sisik yang mendarat di Pulau Kotok Besar. Beberapa bulan terakhir di pulau kotok besar IAR Indonesia telah menemukan bebarapa sarang dan telur penyu sisik yang selamat dari serangan biawak(Varanus salvator)

 

Penemuan sarang penyu sisik

Pulau Kotok Besar adalah salah satu pulau yang aktivitas manusianya masih banyak karena masih ada aktivitas resorts. Namun demikian, walaupun aktivitas manusia dan resorts yang masih aktif tidak menjamin kehidupan penyu di sekitarnya bisa berkembang dengan baik.

Dari bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2007, IAR Indonesia telah menemukan beberapa sarang penyu sisik yang mendarat di pulau kotok besar. Pulau kotok besar yang kondisi alamnya masih lumayan bagus setiap tahunya tidak pernah kosong dari penyu yang mendarat untuk bertelur. Namun telur-telur penyu yang mendarat di pulau kotok besar selalu tidak terselamatkan dari predator yang ada. Kebanyakan telur-telur penyu di pulau kotok besar selalu habis oleh serangan Biawak(Varanus salvator).

Berikut adalah daftar dan titik penemuan sarang penyu sisik di Pulau Kotok Besar:

No

Tanggal

Titik penemuan

Perkiraan Jarak sarang dari pantai

Jumlah telur

Menetas

Keberhasilan(%)

1

7 Maret

Pantai ujung timur

10 Meter

13 butir

Gagal

0%

2

10 Mei

Depan Bungalow S-8 kotok timur

15 Meter

83 butir

 35 butir

42,17%

* 57,83%

3

29 Juni

2 meter dari lokasi penemuan tgl 7 maret

12 meter

Telur tidak di angkat dan hanya di beri pagar keliling

23 butir

 

33,33%

*66,67%

4

29 Juli

Lapangan Voli kotok tengah

8 meter

Telur tidak di angkat dan hanya di beri pagar keliling

belum

 

* gagal menetas

 

Dari empat sarang yang terselamatkan masih banyak sarang yang sudah hancur dan kondisi telur-telurnya sudah habis oleh serangan biawak. Hal itu menunjukan banyaknya predator bagi penyu sisik di pulau kotok besar. Sedangkan potensi banyaknya penyu-penyu yang naik untuk bertelur setiap tahunnya bertambah banyak dengan banyaknya sarang yang ditemukan dalam keadaan rusak. 

Penemuan sarang pertama dan kedua semua telur yang masih bisa di selamtkan di angkat dan di pindah ke tempat yang mudah di pantau setiap waktu. Hal itu untuk mengantisipasi ganguan biawak yang cukup besar. Sedangkan untuk penemuan sarang yang ketiga dan keempat tidak di angkat dari sarang, tapi hanya di beri pagar di sekitar tempat peneluran.

Ada beberapa keuntungan dari hal yang telah di lakukan. Dengan mengangkat telur dari sarang dan di pindah ke tempat yang mudah di awasi setiap waktunya akan mengurangi dari gangguan biawak dan itu memang benar berhasil. Namun keberhasilan menetasnya ternyata sedikit sekali. Hal itu di tunjukan dari penetasan telur penemuan pertama dan kedua. Bahkan penemuan telur pertama sebanyak 13 butir gagalmenetas karena banyak semut merah yang masuk ke tempat telur dan makan telur-telur tersebut. Sedangkan pada telur penemuan yang kedua sebanyak 83 butir hanya menetas 35 butir dengan tingkat keberhasilan 42,17% dan yang gagal 52,83%. Pada penemuan telur berikutnya,yaitu pada penemuan tanggal 29 juni hanya menetas 23 butir telur saja dengan tingkat keberhasilan 33,33% dan gagal 66,67%, dan itu bukan telur yang di angkat dari sarang untuk penetasan semi alami. Tapi tetap pada sarang asli yang hanya diberi pagar keliling.

Dengan memberi pagar diharapkan tingkat keberhasilan penetasan bisa lebih sempurna. Selain tingkat keberhasilan yang diharapkan bisa lebih besar, telur-telur tersebut juga aman dari serangan biawak.

 

Kesimpulan

Jika dilihat dari sarang dan telur yang ditemukan,ternyata di pulau kotok besar potensi penyu-penyu yang naik untuk bertelur cukup besar dan kesimpulannya adalah;

1.      banyaknya sarang yang rusak oleh serangan biawak membuktikan bahwa di pulau kotok besar tahun ini jumlah penyu yang naik meningkat.

2.      empat sarang yang ditemukan dan tiga lokasinya yang masih berdekatan membuktikan bahwa pantai di pulau kotok besar masih lumayan bagus untuk tempat penyu bertelur kemungkinan adalah induk yang sama.

3.      tahun ini lebih banyak penyu yang naik di banding tahun-tahun sebelumnya.

4.      ternyata pulau kotok besar potensinya cukup besar untuk penyu bertelur.

 

 

 

 

6 thoughts on “Laporan Penemuan Sarang Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

  1. mas atau mba
    kalo mau ngadain kegiatan di pulau kotok
    apa bisa seperti di P. pramuka?
    contohnya buat release tukik

    thanks before

    Like

  2. Tank’s buat mba fera atas pertanyaanya. mengenai rencana anda untuk mengadakan kegiatan di pulau kotok, anda bisa menghubungi langsung koordinator program rehabilitasi elang yang ada di pulau kotok. ini saya kasih alamat emailnya: guineachimps@yahoo.com.
    dulu saya memang gabung disana juga, tapi sekarang sudah tidak lagi.
    Maaf kalau wp saya berantakan…

    Terima kasih

    Asman Adi Purwanto

    Like

    • Ya itu yang waktu itu ada didalam benak saya. Kenapa ya kok menetasnya sedikit?… ternyata kata teman saya yang memang lebih tau tentang kehidupan penyu, ketika kita memindahkan telur penyu dari sarang aslinya ke sarang buatan, suhunya harus sama dengan yang sarang aslinya. selain itu bentuk sarang buatanya juga harus disesuaikan,.. Tapi setidaknya waktu itu saya dan teman2 saya yang lain hanya mencoba untuk menyelamatkan telur2 itu dari ancaman predator seperti biawak.

      Ok, maaf kalau jawabanya kurang memuaskan.
      Salam
      Asman AP

      Like

  3. Aslkm,,
    Mas Asman Erythmochelis imbricata yang di pulo YU itu kok ga dimasukkin siy datanya mas?? team IAR waktu menetasnya datang lagi ksana ga? mas, kan pengen tawu tukik2nya yang hidup jadinya berapa?!hehe3. Tanggal penemuannya ada kan mas?? klo mas asman lupa,, tenang aku masih inget kok..^-^!!

    Like

    • Waalaikumsallam,..
      Hi dara,… Iya, kebetulan ini laporan yang dipulau kotok saja coz waktu itu diminta sama kantor yang di pulau kotok saja.
      Kebetulan dari iar juga ga ada yang ke Pulau Yu lagi jadinya kita ga tau berapa yang menetas,… sayang juga sih sampai ga terrecord datanya,…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s