Migrasi Raptor Lereng Salak, Curug Nangka, Bogor-Jawa Barat

Accipiter soloensis_by_ Iwan LondoJalur migrasi raptor di Indonesia khusunya Bogor, Jawa Barat yang menjadi jalur raptor bermigrasi adalah daerah Puncak yang setiap Tahunya selalu dilakukan pengamatan. Internatioanal Animal Rescue(IAR) Indonesia yang berdomisili di kawasan Curug Nangka Lereng Pegunungan Salak tahun ini mencoba melakukan pendatan dan pencatatan baik jenis maupun jumlah raptor migran yang melintas di sekitar IAR. Di sekitar IAR Indonesia migrasi raptor mulai ter-record pada awal-awal bulan oktober, yaitu mulai pada tanggal 10 Oktober. Selama 13 hari melakukan pengamatan raptor migran yang melintas di IAR indonesia, tercatat 1157 individu raptor yang melintas di langit IAR Indonesia. Jumlah tersebut adalah hasil dari total jumlah yang melintas dari tiga jenis yaitu Chinese Gowshawk(Accipiter soloensis) 1036 Individu, Japanese Sparrowhawk(Accipiter  gularis) 26 individu dan Oriental honey Buzzard(Pernis ptilorhyncus) 95 individu.

Dari tiga jenis raptor migran yang melintas kenapa hanya dari jenis Accipiter soloensis yang paling banyak jumlahnya? Itu yang sempat jadi pertanyaan kami pada saat pengamatan. Ternyata setelah di konfirmasikan ke beberapa tempat yang memang setiap tahunya menjadi spot pengamatan migrasi raptor, ternyata setiap tahunya memang jenis yang satu ini selalu yaang lebih banyak.

Terbang bersama kelompoknya dengan jumlah ratusan bahkan ribuan, langit seolah dipenuhi oleh burung-burung pengembara dari utara yang akan selalu datang setiap tahun. Jenis yang berbeda dengan jumlah yang sedikit kadang memilih ikut dengan jenis yang kelompoknya lebih banyak. Kita ambil contoh seperti jenis Accipiter gularis yang sempat kami dapati ikut bergabung dengan Accipiter soloensis yang jumlahnya ratusan sedangkan yang gularis hanya sekitar 10-15 individu. Begitu juga dengan Pernis ptilorhyncus yang lebih sering berga bung dengan Accipiter soloensis. Untuk Pernis yang biasa kami sebut dengan kode OHB ini biasanya akan ikut bergabung dengan Soloensis ketika OHB hanya berjumlah sekitar 2-4 individu. Tapi ketika jumlahnya sampai puluhan jenis ini juga akan membetuk sebuah kelompok sendiri.

Migrasi raptor tahun ini yang melintas di IAR indonesia mungkin tahun-tahun sebelumnya juga sudah melintas  dikarenakan kawasan dimana IAR berada merupakan daerah pegunungan. Tempat yang biasa menjadi jalur lintasan raptor migran. Yang beda di tahun ini adalah jenis dan jumlah yang melintas bisa ter-record dan menjadi sebuah catatan terbaru.

Jumlah total yang melintas di IAR Indonesia, Lereng Salak

Tanggal: 10-23 Oktober 2008

1. Accipiter soloensis : 1036 Individu

2. Accipiter gularis : 26 Individu

3. Pernis ptilorhynchus: 95 Individu

Tanggal 12 dan 13 November 2008

1. Accipiter soloensis : 51 Individu

2. Pernis ptilorhynchus : 52 Individu

Pengamatan Raptor Migran Di Puncak

Selain melakukan pemantauan di kawasan Curug Nangka, saya juga menyempatkan untuk melakukan pengamatan di Pucak atau biasa disebut dengan nama Puncak Gantole. Ketertarikan saya pengamatan di Puncak karena menurut beberapa keterangan yang saya peroleh dari beberapa teman saya, katanya di puncak bisa ribuan raptor yang melintas. Hal itu terbukti sehari sebelum saya ke puncak yaitu pada tanggal 29 Oktober, meurut info yang saya dapat katanya melintas ribuan Raptor. Cuma sayang sekali. Data itu tidak sempat ter-record karena tidak ada yang melakukan pemantauan. Berikut adalah daftar raptor migran di Pucak yang ter-record waktu saya pengamatan disana:

Tanggal 30 Oktober 2008.

1. Accipiter soloensis : 183 Individu

2. Accipiter gularis : 14 Individu

3. Pernis ptilorhynchus: 29 Individu

Pengembara dari utara ini menurut sumber yang dapat dipercaya katanya akan melintas di Puncak mulai dari Bulan September- Nopember. Cuma ketika masuk bulan Nopember keberadanya akan sulit terlihat karena cuaca lebih sering berkabut dan kadang hujan. Hal itu yang menyulitkan dalam hal pemantauan.

By; Asman A. Purwanto, dkk

4 thoughts on “Migrasi Raptor Lereng Salak, Curug Nangka, Bogor-Jawa Barat

  1. iya nih mba irma,.. sayang banget moment yang cukup bagus tapi malah terlewat begitu ajah,… Mungkin tahun depan kalau emang gak ada yang bikin acara pengamatan bareng,.. kita aja yuk bikin sendiri. Minimal ada 7 orang yang mau memantau setiap harinya dibagi personilnya satu-satu,…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s