Cerita foto si elang bondol muda dengan nama JALU

Rabu, 2009 Juni 17

Tiba-tiba saya jadi kepingin buka-buka file yang ada di backup-an CD. Beberapa CD yang saya buka isinya cuma file yang menumpuk dalam setiap folder dengan nama yang berbeda-beda. Ada CD-R warna hijau dengan tulisan Gambar. Buru-buru saya buka CD itu dan ternyata isinya foto semua dan salah satu folder didalam CD itu isinya foto Elang Bondol(Haliastur indus) muda dengan wing marker ada di sayap kirinya. Langsung saya cek di propertisnya,.. Wow,… ini foto dari tahun 2005 dan ternyata elang ini elang yang dulu saya urus ketika masih bulu halus dan akhirnya bisa dilepasliarkan kembali pada Tanggal 8 Agustus 2005 bersama 7 ekor lainya. Yang menjadi istimewa buat saya adalah elang yang dilepas secara seremonial oleh Menteri Kehutanan MS. Kaban ini adalah salah satu dari 5 ekor anakan elang bondol yang saya urus setelah berhasil di selamatkan Balai Karantina Hewan dari percobaan penyelundupan satwa ke Korea.
Waktu itu, ketika baru datang ke PPS dimana saya bekerja elang ini masih berbulu halus dan makan pun ia harus di suapin dengan potongan ikan yang kecil-kecil. Setelah beberapa minggu dalam penanganan saya dan teman saya, si elang yang saya kasih nama si JALU ini pun tumbuh dengan bulu-bulu yang menutupi tubuhnya dan mulai mau makan sendiri. Setelah ia bisa makan sendiri akhirnya diapun dimasukan kedalam kandang yang lebih besar sehingga dia juga bisa belajar terbang.
Hari-hari terus berlalu dan sampai pada akhirnya si jalu harus dipindah ke sebuah Pulau di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Kotok Besar untuk dilakukan rehabilitasi. Dalam masa rehabilitasi, kondisinya kadang naik turun terutama untuk perilakunya. Yang sedari kecil ia makan di suapin, maka ketika didalam pusat rehabilitasi dia harus bisa menangkap mangsanya sendiri.
Akhirnya setelah sekitar 4 bulan berada dalam pusat rehabilitasi akhirnya si Jalu pun bisa dilepasliarkan. Tepat pada tanggal 8 Agustus 2005 si Jalu dan teman-temannya pun dilepasliarkan kembali.
Perasaan bahagia dan senyum keberhasilan yang ada pada saat itu. Ternyata usaha saya dan teman-teman tidak sia-sia. Tapi, setelah dilepasliarkan ternyata dia masih saja membuat ulah. Dua mingguan setelah dilepasliarkan dia membuat ulah dengan menyambar tangan si pemilik Pulau. Terang saja si pemilik pulau merasa geram dengan perilaku si Jalu yang membahayakan itu. Si pemilik pulau minta dia di tangkap dan di masukan lagi ke kandang. Akhirnya setelah melalui diskusi tim maka si Jalu di tangkap dan dimasukan lagi ke kandang. Si jalu kembali menjalani proses rehabilitasi.
Sekitar satu bulan lebih si Jalu berada di dalam kandang rehabilitasi dan setelah di rasa cukup bagus maka dia kemabli dilepasliarkan. Begitu kandang dibuka dia pun langsung terbang berputar-putar di atas kandang.
Pada pelpasan dia yang kedua, si Jalu hanya sempat teramati dua hari. Hari ketiga dia sudah menghilang dan ternyata kami mendapat informasi kalau si jalu berada di pulau lain sedang bebrburu mangsanya. wow,… its amazing!,.. pikirku,..

Dan akhirnya si jalu pun di nyatakan berhasil dan sukses dalam proses pengembaliannya ke alam,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s