Lima ekor Elang di Pulau Panaitan TN. Ujung Kulon

Tanggal 30 Juli 2009 merupakan perjalanan yang mengasikan juga merupakan perjalanan yang membuat badan lumayan lelah. sebelumnya, lebih kurang 8(delapan) jam perjalanan yang ditempuh dari Bogor menuju Sumur, Ujung Kulon, Propinsi Banten. Perjalanan itu kemudian dilanjutkan ke Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon menggunakan kapal Motor dari Balai Taman Nasional.

Perjalanan kali ini adalah dalam rangka untuk Pelepasliaran kembali Monyet Ekor Panjang(Macaca fascicularis) dari International Animal Rescue Indonesia yang akan dilepasliarkan pada tanggal 1 Agustus 2009. Kebetulan saya ikut menjadi tim Monitoring ketika monyet ekor panjang itu dilepas nantinya.

peta1_bigPulau Panaitan merupakan wilayah yang masuk dalam Seksi Pengelolaan 1 Taman Nasional Ujung Kulon dengan luasan kawasan 17.500 hektare dengan kondisi hutan yang masih cukup bagus. Menurut sejarah pengelolaan kawasan TNUK, Pulau panaitan dibagi menjadi 3 Resort Pengelolaan yaitu Legon Butun, Legon Bajo dan Legon Kadam. Selain keragaman ekosistem hutan yang masih perawan, pulau panaitan juga mempunyai lokasi-lokasi wisata lainya yang sering di kunjungi para wisatawan baik Domestik maupun wisatawan asing. Untuk kegiatan Penyelaman(Diving) juga bisa dilakukan di sekitaran kawasan laut Pulau Panaitan. Yang menarik di pulau panaitan khususnya bagi para penggiat kegiatan olahraga Surfing bisa di lokasi Legon Bajo yang di sebut sebagai One Palm point.

Kondisi Hutan Pulau yang masih sangat bagus itu membuat beragam jenis burung hidup disana. Terutama Jenis Burung Elang yang sangat bergantung dengan kondisi hutan yang belum terganggu oleh aktivitas manusia.

Elang ini merupakan pasangan elang laut yang ada di Pulau Yu Barat, TN. Laut Kepulauan Seribu

Tujuh hari berada di Blok Legon Kadam, Pulau panaitan, setidaknya 5(lima) jenis elang berhasil teridentifikasi menghuni kawasan tersebut. Yang sering sekali terlihat terbang di sekitaran camp adalah jenis Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster), Elang Tiram(Pandion haliaetus) dan Elang Ular Bido(Spilornis cheela bido). Bukan hanya itu saja jenis elang yang berhasil teridentifikasi di legon kadam. Elang Ikan Kepala Kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus) dan Elang Brontok(Spizaetus cirrhatus).

EagleGrey-headedFishOE5H3537Elang Ikan Kepala Kelabu yang bahasa inggrisnya Grey-headed Fish-eagle ini sering di ketemukan di kawasan hutan Mangrove Pulau Panaitan. Kebiasaan yang sayang untuk dilewatkan adalah ketika jenis ini bertengger sambil mengawasi Ikan yang ada di sungai yang mangalir dari dalam hutan menuju laut itu. Sebelumnya, saya belum pernah melihat jenis ini di alam selama pengamatan elang yang saya lakukan bersama teman-teman saya dan di pulau panaitan akhirnya saya bisa menemukan jenis ini. Sebelumnya saya sempat dikasih tau sama teman saya yang melakukan survey di pulau panaitan kalau di pulau tersebut untuk jenis elangnya lumayan beragam.

Yang membuat penasaran adalah di pulau tersebut tidak ditemukan jenis Elang bondol(Haliastur indus) padahal jenis ini biasa hidup di daerah rawa, sungai, muara yang menuju laut dan hutan-hutan kepulauan.

Selain hutan mangrove yang sering dikunjungi jenis elang ikan, di pulau panaitan blok legon kadam juga mempunyai rawa yang mengering ketika sedang musim Kemarau. Kondisi rawa yang kering sering di manfaatkan oleh Rusa(Cervus unicolor) Babi hutan(Sus scrofa) untuk mencari makan dan minum karena kondisi air di lokasi tersebut payau. Selain jenis mamalia besar itu di rawa tersebut juga dijadikan berkumpulnya beberapa jenis burung seperti Bangau Tong-tong(Leptoptilus javanicus) Cangak merah(Ardea purpurea) Kuntul Kerbau(Bubulcul ibis) dan beberapa jenis burung lainya seperti burung dari keluarga Raja Udang.

Tujuh hari berada di legon kadam dan total 16 hari di pulau panaitan selama kegiatan monitoring Monyet ekor panjang tidak serta merta tidak menghasilkan sesuatu. Setidaknya di pulau itulah dapat secara langsung melihat beberapa jenis elang yang belum pernah saya lihat sebelumnya.