Jum’at,09 Oktober 2009 Kembali menyambut sang pengembara

Jum’at 09 Oktober 2009 di Bukit Paralayang, puncak melintas ratusan Burung Elang yang melakukan perjalanan panjang dari belahan bumi bagian utara. Mereka melakukan perjalanan panjang dalam rangka untuk mencari kehidupan yang lebih beradab ketika di daerah berbiaknya kondisi lingkungan sedang dalam keadaan yang sangat ekstrim. Ketika di daerah berbiaknya sedang masuk musim dingin yang cukup ekstrim burung-burung pemangsa itu akan melakukan perlanan panjang ke Bumi bagian selatan dan pengamat terakhir yang saya tau selama ini hanya melintas di indonesia. Tidak sampe ke Australia. apa alasannya?… kami masih belum dapat jawaban itu.

Photo by: Iwan Londo/WCS-IP

Photo by: Iwan Londo/WCS-IP

Setelah sebelumnya yaitu hari Sabtu tanggal 3 Oktober pengamatan selama sehari tidak mendapatkan hasil yang cukup memuaskan maka hari jum’at di minggu berikutnya kembali berangkat menuju Puncak dengan harapan akan mendapatkan hasil yang lebih bagus dari waktu sebelumnya. Berangkat dari Bogor jam setengah delapan pagi dengan menggunakan Si kuda Besi yang akan siap mengantarkanku kemanapun saya mau itu tidak sampai satu jam waktu yang saya tempuh untuk sampai ke lokasi pengamatan.

Nasib bagus memang sedang berpihak kepada saya. 50-an Chinese Goshawk,Accipiter soloensis, terlihat soaring dalam jarak tidak kurang dari 100 meter. Kemudian di susul oleh Japanese SparowHawk,Accipiter gularis, 5 ekor terbang berkelompok. Pagi yang menyenangkan…

Ada beberapa jenis yang tidak berhasil teridentifikasi dikarenakan posisi yang cukup jauh dan silulelet. Sampai siang hari raptor yang migrasi belum lagi terlihat.

Sekitar jam satu siang para raptor itu mulai muncul kembali. Di awali oleh Sikep Madu Asia,Pernis ptilorhynchus, kemudia di susul Elang Alap Cina. Makin sore jumlah raptor yang melintas semakin banyak. Pengamatan sendiri ternyata cukup ewalahan juga, harus mengidentifikasi juga menghitung plus mencatat.

Yang menarik adalah pada akhirnya orang-orang yang ada dilokasi itu, terutama para pedagang, akhirnya ikut pengamatan. Mereka yang selalu ada di tempat itu setiap saat sudah paham betul dengan fenomena ini. Bahkan mereka juga sudah cukup jeli. Ada satu orang Instuktur Paralayang yang sudah cukup paham dengan jenis yang setiap tahunnya melintas di lokasi itu. Pa David namanya yang akrab di panggil “Opah” sama orang-orang yang ada di tempat tersebut. Beliau ikut membantu identifikasi dan juga menghitung.

Setidaknya ada sekitar 596 individu yang berhasil tercatat pada hari itu.

Buat semua yang sudah ikut membantu monitoring migrasi di puncak saya ucapkan banyak terima kasih.

sumber Foto: Mailing list sbi-info@yahoogroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s