on delayed at Soekarno Hatta airport

Ketika sedang asik mengamati tingkah laku burung Cucak Kutilang,Pycnonotus aurigaster, dan Cabai Jawa,Dicaeum trochileum, tiba-tiba ada pengumuman dari pihak maskapai penerbangan yang akan saya pakai hari itu.

“perhatian: penumpang pesawat dengan kode penerbangan P7-203 jurusan Pontianak pesawat anda mengalami keterlambatan kedatangan satu jam empat puluh menit”,….

“huuuuuuu,…”…

Sorak-sorak penumpang yang menghujat pengumuman yang di berikan pihak maskapai di ruang tunggu B1 Bandara Soekarno Hatta.

” Wah,.. harus dapat makan siang nih!”. kata salah seorang penumpang yang ada di sebelah saya. Benar juga kata si bapak itu. Ketika saya melihat ke sebuah papan pengumuman yang menyebutkan bahwa keterlambatan jadwal penerbangan maksimal 90 menit pihak maskapai wajib memberikan makan siang atau makan malam.

Wah! kebetuan sekali! saya yang belum sempat makan lumayan juga kalau dapat makanan. Maklum lah kalau anak kos dan duit ngepas pasti bersyukur kalau dapat makan gratis. apalagi kalau di bandara pasti harga makanan apa pun pasti mahal banget.

Tigapuluh menit berlalu dari pengumuman tadi makanan yang seharusnya di sediakan belum juga keluar. Tapi kok penumpang yang lain diam saja ya?… ga pada lapar kali ya?… Sampai akhirnya satu jam makanan itu belum juga di keluarkan.

Ya sudah lah,…..

Akhirnya untuk sedikit membuat mulut ini merasakan rasa yang agak aneh(menurut orang lain) saya beli Kopi Pahit yang di sediakan di mesin otomatis(hebat ya?.. mesin kok ngerti jualan). Hanya dengan memasukan uang pecahan 5000an terus dilanjutkan dengan menekan item yang akan kita beli maka kita tinggal menunggu si kopi yang kita pesan akan keluar dari mesin itu dengan sendirinya.

Sambil ngopi sambil ngamatin Burung Gereja,Paser montanus, yang sedang mencari makan di rerumputan di sekitaran ruang tunggu penumpang.

Terlihat para penumpang yang sepertinya sudah capek itu ada yang tiduran di lorong(jalanan) yang menuju ruang tunggu. Ada dua bapak dengan anak kecil satu yang sedari saya datang kesitu sudah menghidupkan Musik di Hpnya itu sambil nyanyi-nyanyi dan dua Wanita mudi di sebelahnya hanya bisa tertawa geli melihat tingkah laku si bapak yang satunya. Lucu memang si bapak itu karena bukan cuma nyanyi, tapi sambil membuat ekpresi muka yang berbeda,.. hahahaha,… aneh!,..

Segelas kopi pahit dan sebatang Rokok keretek langganan saya menjadi teman ngobrol saya dengan teman saya yang akhrnya ikut gabung juga. Dia dari LIPI, Cibinong yang kebetulan juga akan ke Pontianak juga. Kebetulan pesawat yang akan dia tumpangi tidak sama dengan saya tapi jadwalnya tidak terpaut jauh dengan saya. Sesekali saya mengecek ke dalam dan hasilnya “nanti ya pak” bukan jawaban yang saya harapkan dari mbak penjaga Information center ruang tunggu B1 itu.

Capek juga rasanya menunggu dengan perut lapar. Jam di tangan saya sudah menunjukan jam setengah duabelas siang dan artinya kalau benar keterlambatan satu jam empatpuluh menit berarti sebentar lagi pesawatnya datang dan waktunya boarding pun siap, dan ternyata benar. Pengumuman supaya penumpang pesawat tujuan pontianak datang juga,…

Si burung kuitilang, cabai jawa, burung gereja, nyanyian sumbang dari bapak-bapak, gelak tawa wanita karena melihat kelucuan si bapak yang bernyanyi serta segelas kopi mesin otomatis itu ternyata bisa menghibur kebosananku menunggu pesawat yang ngetem dulu di padang,…