Terjerat dan terbelenggu seutas tali pengikat

Burung ini bukan diam karena lelah, tapi dia tak bisa kenmana-mana karena salah satu kakinya terikat tali panjang

Entah apa maksudnya tapi yang jelas agar si burung tidak bisa terbang dan bisa teta menjadi tontonan. Itulah yang terjadi pada Great Egret,Egretta alba, di sebuah perkampungan di Sungai Kapuah, Kalimantan Barat. Dia hanya bisa diam menghuni tempat berlumpur dengan sedikit air. Ikan kecil-kecil pun malas untuk menghuni tempat itu yang terlihat ada beberapa bekas kantong plastik yang entah bekas pembungkus apa.

Pemandangan seperti itulah yang kami lihat ketika melakukan Field Trip dalam rangka simulasi pengamatan raptor di sungai Kapuas Kalimantan Barat. Ketika saya sedang mendampingi tem

an dari Malaysia dan Thailand kami menumpai sebuah pemandangan yang langsung membuat teman dari Thailand memicingkan satu alisnya.

“Untuk apa di ikat seperti itu,asman?”. Begitu Tanya teman saya kalau di tejemahkan dalam bahasa Indonesia.

Kebetulan di tempat itu ada si empunya buru

ng yang sengaja di ikat dengan sebuah tali dengan panjang seitar 5 meteran.

“Kenapa kok burungnya di ikat, Pak?”…

“Ya biar ndak terbang,de”. Jawaban yang bukan kami harapkan yang keluar dari si Bapak. “  Anak-anak sangat senang de kalau sore buat mainan itu burung”. Dengan raut muka yang terlihat begitu bangga si bapak itu kembali berceloteh.

“ Kalau sore di muara jenis burung seperti ini bayak dek, berkumpul jadi mudah sekali untuk menangkapnya”..

Salah satu teman yang dari Malaysia hanya bisa menggelengkan kepala.

Kami melanjutkan perjalanan tak mau berlama-lama menyaksikan kebodohan itu. Saya Cuma pesan kepada teman-teman yang ada di Pontianak untuk segera memberikan pengertian kepada

si bapak untuk melepaskan ikatan tali pada burung itu.

Begitu kami berjalan menyusuri jalanan kayu yang tersusun rapi itu kami menjadi tontonan orang kampung. Tidak tau karena kami berame-rame apa karena teman saya dari Thailand itu membawa Kamera dengan masing-masing lensa 400mm.

Saya yang menggunakan kamera digital biasa Kodak Z612 dengan pembesaran Optical zoom 12X mencoba menga

badikan beberapa object yang menurut saya menarik. Anak-anak yang telanjang yang sedang bermain di depan rumah dan seorang nenek yang sedang mencuci di sungai yang airnya terlihat coklat.

Seekor Sikep Madu Asia/Oriental Honey Buzzard

/Pernis ptilorhynchus, yang kemungkinan besar jenis yang melakukan migrasi tidak sempat terdokumentasi karena Kamera yang memang tidak dapat menjangkau si pengembara itu. Jangankan kamera pinjaman yang saya bawa, D90 dengan Lensa 400mm teman saya saja tidak dapat menangkap gambar dengan hasil yang bagus, apalagi yang hanya Kodak dengan pembesaran 12X.

Sepanjang kami berjalan yang menjadi per

tanyaan kenapa jenis burungnya seidikit sekali?.. bahkan kami hanya mendengar suara saja yang keluar dari seekor Prinia. Sepertinya dari hari pertama dating ke Pontianak tidak melihat jenis burung lebih dari 10 jenis. Pada kemana ya burung-burung di Kalimantan?.. Awalnya saya berfikir kalau di Kalimantan itu jenis burungnya banyak dan lebih mudah untuk dilihat dan di Photo. Ternyata tidak.

Begitu saya dan yang lain kembali bergabung dengan teman-teman yang lain di Dermaga foto Great Egret yang terikat seutas tali itu menjadi perbincangan.. tapi itu hanya sebentar karena perhatian kami langsung berpaling ke Cangeable Hawk Eagle,Spizaetus cirrhatus, yang kembali melakukan soaring.

Saya kembali berfikir,.. gimana nasib si Egret itu ya besok-besok?.. jangan-jangan bakalan jadi Kuntl goreng?..  Sudah di ikat ga bisa kemana-mana nasibnya akan jadi lebih buruk lagi ketika dia harus menjadi santapan,….

6 thoughts on “Terjerat dan terbelenggu seutas tali pengikat

  1. gak sadar kali ya si bapak kalo jenis burung air itu peluang membawa virus H5N1 nya lebih besar daripada jenis burung yang lain…..

    mantab masbro……

    Like

  2. thanks masbro atas infonya, satwa yg diciptakan tentu punya tujuan dalam ekosistem, jk salah satu hilang atau punah akan berpengaruh terhadap kehidupan lain. mencoba sedikit demi sedikit karena memang pelaku lingkungan yang bener2 peduli jg sedikit, mulai awareness campaign secara intensif. ini sekedar pemikiran..monggo dilanjut

    Like

  3. achoey :

    ada keindahan dari yang kau lakukan
    sebuah jalinan persahabatan dengan penghuni alam
    harmoni
    harmoni yang indah

    salam dahsyat :)

    KAng achoey,.. ya beginilah kerjaanku,.. jalan-jalanya ke hutan bkan ke mall,.. kadang-kadang ke mall juga sih kalau lagi ada di bogor,..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s