berwisata memburu maleo yang anggun

Tadi iseng buka-buka situs webnya Green Radio dan nemu artikel yang menurut saya menarik,.. lebih jelasnya ada di bawah

sumber: http://www.greenradio.fm/index.php/traveling/eco-tourism/1773-burung-maleo-dan-kelelawar-raksasa-di-bogani-nani-wartabone

Maleo burung endemik sulawesi

Maleo yang endemik sulawesi

Kotamobagu yang merupakan ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan persinggahan yang bagus bagi wisatawan yang melakukan perjalanan antara Manado dan Gorontalo, dan juga pintu gerbang ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Taman Nasional ini sebelumnya dikenal dengan nama Dumoga Bone. Letaknya di bagian barat Kotamubagu, sekitar 50 km ke arah barat dengan luas 193.600 hektar.

Obyek wisata petulalangan ini tempat bagi para pelancong untuk mengenal fauna endemik yang menghuni taman nasional ini seperti anoa, burung taon, kuskus, babi rusa dan burung maleo, kera berkepala hitam, kelelawar raksasa pemakan buah, burung enggang, dan tarsier. Hewan terakhir ini merupakan binatang malam dari jenis tarsius dengan panjang badan hanya 12 cm yang hanya ditemukan di hutan Indonesia dan Philipina.

Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo dan kelelewar bone merupakan satwa endemik taman nasional.

Ukuran badan burung maleo hampir sama dengan ayam, namun telurnya 6 kali berat telur ayam. Maleo meletakan telurnya di dalam tanah atau pasir sedalam 30-40 cm, dan biasanya terletak berdekatan dengan sumber air panas. Dengan panas bumi inilah telur maleo menetas. Keluarnya anak maleo dari dalam tanah, larinya anak maleo ke alam bebas, mengintip induknya yang sedang menggali lubang; merupakan salah satu atraksi satwa yang menarik bagi para wisatawan.

Fasilitas yang tersedia adalah akomodasi, rumah makan, jalan setapak, menara pengintai dan lainnya. Kawasan taman nasional ini juga menjadi sumber mata air Sungai Dumoga dan berfungsi sebagai pelindung proyek irigasi yang berada di kawasan hulu sungai dari kemungkinan bahaya banjir, endapan lumpur dan pencemaran.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Kosinggolan. Berkemah, pendakian ke Gunung Poniki, pengamatan satwa/tumbuhan.

Toraut, Lombongo, Tambun. Danau, air terjun Tumpah, sumber air panas, berkemah, mendaki gunung Padang, lintas hutan, berenang, atraksi maleo dan peninggalan budaya (batu berkamar).

Matayangan. Atraksi maleo, kera hitam, burung rangkong mandi di sungai dan lain-lain.

Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Bolaang Mongondow pada bulan Maret dan Festival Gorontalo pada bulan Mei.

Sumber: www.dephut.go.id