Berpulangnya sang Guru Bangsa

KH. Abdurahman Wahid

foto: Gus Dur

30 Desember 2009 Indonesia kembali kehilangan satu lagi Putra Bangsa terbaiknya. KH. Abdurahman Wahid yang lebih kental dikenal dengan nama Gus Dur tutup usia setelah menjalani perawatan di Instlasi Gawat Darurat RS. Cipto Mangunkusumo Jakarta sekitar pukul 18.30Wib karena sakit. Berita tersebut cukup mengejutkan banyak pihak. Masyarakat Indonesia menangisi kepergian sang Guru Bangsa yang penuh denan kesederhanaan itu.

Di masa hidupnya Gus Dur dikenal sebagai Tokoh yang selalu menuai Kontroversial dalam setiap ucapan dan keputusan yang beliau ambil. Tokoh yang dikenal ceplas-ceplosnya itu meninggal dalam usia 69 Tahun. Lahir dari keluarga Pesantren, Gus Dur menjadi sosok yang agamis. Gus Dur selain dikenal sebagai tokoh NU juga dikenal sebagai tokoh pemersatu umat beragama.

Banyak dikalangan masyarakat yang cukup merasa kehilangan. Banyak hal yang sudah dibuat oleh almarhum yang cukup membantu masyarakat yang salah satunya adalah Masyarakat Tionghoa yang pada era pemerintahan Orde Baru menjadi kaum yang minoritas. Tetapi ketika Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI peraturan yang melarang perayaan Imlek itu di cabut dan perayaan imlek di jadikan sebagai hari libur nasional dalam penanggalan Indonesia.

Indonesia bersedih, Jawa Timur menangis. Kota Jombang pada hari Kamis(31/12/2009) seperti menangis. Hampir semua warganya tumpah ruah dijalanan sepanjang jalan menuju Pondok Pesantren Tebu Ireng dimana almarhum di kebumikan. Para pelayat tidak henti-hentinya memanjatkan doa. Tahlil dan Tahmid serta takbir terus dikumandangkan mengiringi perjalanan tokoh bersahaja itu. Tak jarang pelayat juga pingsan karena tidak sanggup menahan kesdihan terutama untuk para kaum ibu.

Melihat banyaknya jasa almarhun semasa hidupnya terhadap pembangunan Negara maka munculah gerakan dukung Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional. Saya rasa itu pantas disandang oleh seorang KH.Abdurahman Wahid.

Sebagai tokoh dari segala bidang Gus Dur pantas untuk di tangisi. Indonesia kehilangan sosok yang selalu mengedepankan kemaslahatn umat. Akankah ada sosok yang bisa menggantikan sosok yang penuh dengan guyon di setiap pidatonya ini???… who knows,.