Berkunjung dan Pengamatan Raptor di Bumi Khatulistiwa

Kiri Ke kanan: Dhaus, Agus. Saya(megang Monokuler) Abdurahman dan Pak Yudo.

Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia. Pulau dengan keanekaragaman hayati yang tinggi itu menawarkan banyak sekali lokasi-lokasi yang cukup menarik untuk di kunjungi terutama untuk pengamatan burung. Bulan ini saya dan Mono berkesempatan mengunjungi pulau tersebut. Sebelumnya saya sudah pernah berkunjung ke Kalimantan pada saat Worksop Raptor of Borneo di Universitas Tanjungpura yang di lanjutkan kunjungan lapang ke Pulau Panjang Muara Kapuas.

Pada kesempatan kali ini bukan lagi untuk menghadiri workshop maupun seminar tetapi untuk melakuka pre-survey raptor di wilayah Kabupaten Ketapang. Menurut informasi dari salah satu sumber menyebutkan bahwa salah satu Raptor Migran jenis Sikep Madu Asia Pernis ptilorhynchus orientalis yang di beri satellite tracking melakukan wintering(menghabiskan masa migrasinya) di Ketapang yang tepatnya berada di kawasan Gunung Palung.

Kabupaten Ketapang sendiri kalau dilihat dari jalur migrasi yang masuk ke Kalimantan melalui pintu barat, dari Belitung, diketahui masuk lewat Kabupaten Ketapang. Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya, Mono, Agus dan Daus dari KPSDA Aves Sylva Untan(Universitas Tanjungpura) mencoba untuk melakukan survey awal di kawasan Ketapang.

Berangkat dari Pontianak kami berempat menggunakan transportasi air. Kapal Cepat Exspres(Speed Boat) dari Pelabuhan SengHi menuju Kabupaten Ketapang dengan jarak tempuh sekitar  6 jam 30 menit. Transportasi menuju Ketapang ada 3(tiga) jalur yaitu Darat, Laut dan Udara. Perjalanan darat dapat di tempuh sekitar satu hari, Laut sekitar 6,5 jam dan Udara relative lebih cepat namun dari segi biaya pun lebh mahal. Dan transportasi Laut sepertinya menjadi pilhan yang banyak dipilih oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Di Kabupaten Ketapang kami sudah di tunggu oleh teman dari KBK(Kawan Burung Ketapang), Pak Yudo Sudarto dan Abdurahman Al Qadri. Kawan Burung Ketapang bisa dibilang satu-satunya sebuah komunitas yang concern terhadap kehidupan burung di Ketapang. Sejauh ini Kawan Burung Ketapang masih focus terhadap burung-burung terrestrial dan burung air. Semenjak di bentuk KBK, mereka juga tak ketinggalan mengikuti kegiatan Asian Water Bird Census yang di Kordinir oleh Wetland International-Indonesia Program. Nah, untuk pemantauan raptor migrant mereka(baca-KBK) selama ini belum pernah melakukan sama sekali dan baru kali ini mereka ikut dalam kegiatan pengamatan raptor.

Untuk lokasi pengamatan, kami terlebih dahulu mendiskusikan dengan Pak Yudo dan Abdurahman mengingat mereka yang lebih mengerti dengan kondisi yang ada di Ketapang. Namun demikian, ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas seperti kawasan gunung palung. Beberapa lokasi yang menjadi lokasi pengamatan adalah Pantai Air Mati, Pantai Pasir Manyang, Bukit Riam Berasap, Pematang Gadung, Danau Perendaman, Pantai Datuk dan Sekitaran Taman Nasional Gunung Palung.

Perjumpaan dengan Raptor

Hari pertama kegiatan survey lokasi yang di kunjungi adalah kawasan Siduk, Pantai Pasir Manyang dan Bukit Riam Berasap. Di Siduk, kami bertemu satu ekor Elang Brontok Spizatus/Nisaetus cirrhatus sedang soaring. Elang brontok fase terang itu terban berputar sekitar 5 menit dan terbang ke arah Gunung Palung. Kami bertemu dengan elang brontok itu ketika kami dalam perjalanan ke Pantai Pasir Manyang. Di siduk, kami bertemu dengan salah seorang warga. Kami mencoba mewawancarai warga tersebut mengenai elang-elang yang bisa mereka jumpai di lingkungan mereka. Dari gambar yang kami tunjukan, orang tersebut menunjuk beberapa jenis yang bisa mereka jumpai seperti Elang Bondol Haliastur indus yang mereka sebut dengan nama Elang Merah. selain itu, ada beberapa jenis ang juga biasa mereka lihat seperti Elang Ular Jari Pendek Circaetus galicus, Elang Alap Jepang Accipiter gularis,dan  Elang Laut Perut Putih Haliaeetus leucogaster.

Perjalanan kami lanjutkan kembali ke Pantai Pasir Manyang. Lokasi tersebut merupakan lokasi yang masih satu landscape dengan gunung Palung. Di lokasi dengan tipe habitat Hutan Pantai yang di dominasi Hutan Mangrove kemudian sekitar satu kilometer dari pantai adalah hutan sekunder dengan topografi yang berbukit. Di laoasi itu di temukan Elang Laut Perut Putih Haliaeetus leucogaster, Elang Brontok Nisaetus cirrhatus dan Elang Ular Bido Spilornis cheela. Lokasi Pantai Pasir Panyang jika dilihat sangat strategis untuk lokasi pengamatan raptor karena jarak pandan ke laut dank e perbukitan cukup luas. Selanjutnya, perjalanan di lanjutkan ke Bukit Riam Berasap. Bukit itu di bilang juga bukit teletubis karena kondisinya yang tertutup tumbuhan ilalang.

Bukit Riam Berasap lokasinya berada di kawasan gunung palung. Bukit dengan ketinggian sekitar 80 M dpl itu cukup bagus karena dari atas bukit itu kami bisa melihat ke pantai dan posisi berada di atas kanopi hutan gunung palung sehingga untuk mengamati raptor sangat bagus sekali. Di lokasi ini ditemukan Sikep Madu Asia Pernis ptilorhynchus 2 ekor sedang thermalling di hari kedua.

Lokasi-lokasi lain dimana kami bertemu dengan raptor selain pantai pasir manyang, bukit riam berasap adalah Sungai Pematang Gadung dalam perjalanan menuju danau perendaman. Di danau perendaman menurut informasi dari salah seorang teman dari Komunitas burung yang ada di ketapang yaitu Kawan Burung Ketapang mereka pernah melihat raptor dalam jumlah banyak sekitar bulan Oktober yang kemungkinan adalah jenis dari raptor migrant. Di sungai Pematang Gadung kami menemukan Sikep Madu Asia, Elang Brontok, Elang Ular Bido dan yang sitimewa adalah Elang Kelabu Butastur indicus. Elang kelabu itu terlihat sedang terbang menghindari serangan dari Kekep Babi Artamus leucoryncus. Perjumpaan dengan elang kelabu itu ketika kami dalam perjalanan ke Pematang Gadung.

Mungkinkah Buteo buteo?
Menggunakan sampan kami menyusuri sungai menuju ke danau perendaman dari pemberhentian speed boat yang terakhir. Dari atas sampan itulah kami melihat ada elang sedang terbang. Jaraknya sangat jauh sampa-sampai ketika di photo hasilnya tidak jelas. Ketika mencoba di perbesar untuk di identifikasi, kami menyimpulka kalau itu adalah Elang Buteo Buteo buteo. Menurut informasi dari salah seorang di Malaysia di informasikan bahwa untuk jenis ini baru sekali di temukan di kawasan Borneo yaitu di Brunei Darusalam. Kalau itu benar, pertemuan kami dengan jenis ini di Danau Perendaman adalah catatan pertama di Kalimantan Barat. Sebuah catatan yang sangat menggembirakan.

Sekitar satu jam perjalanan menggunakan sampan akhirnya kami sampa di satu bukit di danau itu. Sebuah bukit yang memudahkan kita untuk melihat ke setiap arah mata angin. Dari lokasi itu kita bisa mengamati keadaan sekitar. Raptor yang melintas dapat mudah di lihat dari lokasi itu. Berhubung waktu yang sudah mulai sore ahirnya kami tidak berlama-lama di lokasi bukit itu.
Setelah mengamati kondisi di danau perendaman kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke lokasi dimana speed boat yang membawa kami dari Pematang Gadung ke Perendaman itu menunggu. Perjalanan menuju lokasi speed boat sedikit lebih cepat karena tinggal mengikuti arus air. Tidak seperti waktu berangkat.

Setengah lima sore kami beranjak pulang ke Pematang gadung. Dalam perjalanan pulang terlihat satu ekor Elang laut Perut Putih Haliaeetus leucogaster muda sedang bertengger pada sebuah pohon kering di pinggr sungai. Kalau dilihat dari warna bulu yang sudah mulai terlihat putih walaupun masih terlihat kusam dapat di perkirakan umur dari elang tersebut sekitar 1,5 tahun.

Setelah Danau Perendaman masih ada beberapa lokasi yang bisa dibilang cukup strategis untuk pengamatan raptor seperti Lubuk Baji di kawasan Taman Nasional Gunung palung, Teluk Penage di Kabupaten Kayong Utara, Pantai Datuk dan masih banyak tempat bagus lainya.
Berada di Kabupaten Ketapang selama satu minggu akhirnya dapat di ketahui bahwa lokasi tersebut memang menjadi lokasi raptor migrant menghabiskan waktu musim dinginnya.

teks ©Asman
Photo ©Asman dan Hendry Pramono

2 thoughts on “Berkunjung dan Pengamatan Raptor di Bumi Khatulistiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s