Sang Pengacau Pemburu

Burung dengan nama Kekep Babi ini merupakan jenis pemakan serangga yang lincah. Badanya ramping hampir menyerupai Walet. Masuk dalam keluarga Artamidae dengan nama Ilmiah Artamus leucorhynchus.

Burung ini masuk dalam golongan Passerine. Burungnya kecil dan sangat lincah menguasai kawasan udara. Jenis inilah yang sering mengganggu kenyamanan para elang ketika sedang terbang. Karena kelincahanya itulah dia lebih unggul dari Burung Elang yang berbadan besar. Tapi belum tau ya kalau melawan jenis Elang Alap/Falco yang ukuranya relative kecil. Jenis ini dalam bahasa inggris di sebut White-breasted Wood-swallow.

Foto di atas merupakan hasil jepretan tahun 2007 ketika pemantauan sarang Elang Laut Perut Putih Haliaeetus leucogaster di Pulau Yu, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.

Banyak pengamat Elang yang suka geram dengan jenis yang satu ini(jangan-jangan cuma saya aja?) karena keusilannya mengganggu si elang. Untuk saya pribadi punya pengalaman ketika sedang pengamatan dan sedang mencoba untuk identifikasi si elang dan belum dapat di simpulkan jenisnya apa langsung kabur tuh elang karena di serang dua individu dari jenis ini.

Dalam kasta tertinggi sebenarnya elanglah yang punya posisi History tertinggi karena mereka sebagai Pemangsa Puncak. Namun demikian, dalam hal kelincahan walaupun di katakan sebagai pemburu handal mereka masih kalah oleh jenis ini dan jenis-jenis Srigunting(Dicrurus).

Pernah ada cerita menarik ketika dulu masih di Pulau Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Ketika ada satu ekor Elang Laut yang dilepasliarkan. Jadi pada saat kami sedang memonitoring elang yang dilepas kami melihat sebuah tontonan yang menarik dan menggelikan. Elang laut dengan badanya yang besar kocar-kacir di kejar Kekep Babi ini. Dengan badanya yang ramping Kekep Babi berhasil menaiki punggung daripada si elang tersebut.

Tapi kalau dilihat dari sisi penjagaan area dan tingkat keamanan mungkin saja si kekep ini sedang melindungi daerah kekuasaannya sehingga dengan segala cara dia mencoba menghalau si pemburu itu agar pergi dari lokasi mereka berada.

12 thoughts on “Sang Pengacau Pemburu

  1. Menarik Mas, aku kenal kekep babi baru saja tahun 2008 saat melakukan AWC di Sumatera Utara. Cuman aku belum berkesempatan melihat kekep seagresif itu. He…he, ternyata ukuran tidak menentukan kekuasaan hewan. Di antara elang misalnya saya pernah melihat elang bondol mengejar dua ekor elang laut perut putih, terbalik mungkin ya mengingat ukuran elang bondol hampir 2 kali lebih kecil dari yang dia usir itu.

    Like

  2. Senang bisa lihat foto burung ini, ingat waktu SD, burung ini bikin sarang di pohon tertinggi di kampung. Mulai dari konstruksi sarang sampai beberapa hari tidak ada hal aneh, tiba waktu di siang hari kami anak2 sedang bermain di halaman, tiba2 meluncur deras tepatnya menukik tajam seekor keket menyambar kepala kami, tidak sampai kena sih, cuma pas di atas kepala si burung teriak jiaaattttttttsssss, bukan takut tapi malah kagung dan asyik lihat luncuran si keket. Sejak saat itu saya selalu menaruh hormat pada burung ini, burung hebat, penguasa dirgantara sejati.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s