Femke, Dokter Belanda Penyelamat Maskot Jakarta

>>SOSOK

liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta: Dari tahun ke tahun, populasi sejumlah satwa atau hewan terus mengalami penurunan. Bukan saja karena diburu orang yang tidak bertanggung jawab. Namun karena habitat hidup satwa tersebut mulai tergeser oleh peningkatan jumlah penduduk.

Satwa yang makin sulit ditemui salah satunya adalah elang bondol. Harganya yang makin mahal, menjadi salah satu daya tarik perburuan satwa langka ini. Sebagai maskot DKI Jakarta, namun tak pernah terlihat elang bondol yang terbang bebas di langit Ibu Kota.

Karena ancaman kepunahan itu, Pusat Penyelamat Satwa terdorong menyelamatkan maskot Jakarta ini. Pulau Kotok di Kepulauan Seribu merupakan tempat bagi program konservasi dan rehabilitasi elang bondol. Hasil sitaan atau tangkapan akan dilepaskan di pulau itu.

Namun tak semua elang bondol langsung dilepas. Sebab banyak yang cedera sehingga harus disembuhkan dulu. Sosok yang peduli dengan elang bondol adalah dokter hewan dari Belanda, Femke den Haas. Sejak dibangun 2004, sudah 67 elang dilepasliarkan dari lokasi ini.

Femke den Haas mendirikan Jakarta Animal Aid yang bekerja sama dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu untuk mengelola pusat rehabilitasi elang di Pulau Kotok. Ada 31 elang, termasuk elang bondol. Elang-elang berasal dari razia di pasar burung atau penyerahan warga.

Tak hanya elang, Femke juga mempelopori sterilisasi kucing karena populasinya di Pulau Seribu sudah terlalu banyak. Femke juga memberikan pelatihan daur ulang sampah kepada warga. Sebab dalam setahun, sampah di Pulau Seribu berukuran tiga kali Candi Borobudur.

Femke berharap perjuangannya didukung pemerintah dengan penegakan hukum yang tak pandang bulu terhadap orang yang mengancam ekosistem satwa di Indonesia. Kepedulian warga memang perlu ditingkatkan. Jangan hanya bangga punya maskot elang bondol tapi tak merawatnya. Sebaliknya orang asing yang lebih peduli.(JUM)

Sumber Berita. liputan6.com

8 thoughts on “Femke, Dokter Belanda Penyelamat Maskot Jakarta

    • Kang Asep:
      Kebetulan saya kenal baik dengan Femke. Saya sudah bekerjasama dengan dia dari tahun 2003 hingga sekarang. Dedikasi dia terhadap satwa liar memang cukup tinggi. Sepak terjang dia di satwa liar di awali dengan orang utan di kalimantan.
      Saya juga dua tahun ikut bekerja menangani Elang Bondol tersebut di Tempat yang sama,..

      Like

    • WKF: orang kita sebenarnya banyak juga. Cuma ya gitu, bule lebih menjual untuk di beritakan. Tapi apa pun itu yang penting kita bisa berbuat seuatu untuk kekayaan alam kita,.. kalau bukan kita siapa lagi. Bule aja peduli masa kita mau diam saja,.. hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s