Memantau Raptor Migran di Puncak

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan tumbuhan atau biodiversitas hayati yang paling kaya di dunia. Keanekaragaman satwa di Indonesai salah satunya dapat dilihat dengan tingginya keragaman jenis burung yang dimiliki, yaitu sebanyak 1.598 jenis dan 372 jenis diantaranya merupakan jenis endemik Indonesia. Burung telah lama dikenal masyarakat luas karena memiliki nilai keindahan, burung mengisi siklus rantai makanan, membantu penyerbukan dan penyebaran biji, pengontrol hama, indikator stabilitas ekosistem, serta nilai burung bagi perekonomian dan kebudayaan setempat.

Elang Alap Cina(Accipiter soloensis)

Setiap tahunnya, ribuan sampai ratusan ribu burung pemangsa melakukan migrasi besar-besaran dari Utara ke Selatan melewati Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lintasan ribuan burung pemangsa tersebut. Bahkan beberapa daerah menjadi wintering area semasa musim dingin. Beberapa lokasi yang menjadi kunjungannya adalah kawasan Puncak-Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang-Jawa Timur dan Bali. Sepanjang bulan Oktober-Nopember burung pemangsa dari belahan bumi utara itu akan dengan mudah kita jumpai di lokasi-lokasi tersebut. Kehadiran migrasi burung pemangsa di kawasan ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan kegiatan wisata minat khusus bagi masyarakat.

Pengunjung di Puncak menggunakan spotting scope(teropong) pada saat pemantauan Raptor Migran tahun 2009

Indonesia sebagai salah satu negara yang dilintasi migrasi burung pemangsa memiliki kepentingan dalam melakukan monitoring dan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan menarik minat masyarakat umum terutama di lokasi-lokasi yang menjadi daerah penting pemantauan dan wisata, salah satunya adalah kawasan Puncak-Bogor.

Festival raptor migran merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting untuk dijadikan sebuah kegiatan berskala besar untuk melihat secara langsung migrasi burung pemangsa di alam dan sebagai kegiatan bagi masyarakat umum untuk mencintai alam, sehingga ajang festival ini disamping menjadi sarana wisata juga berguna sebagai sarana pendidikan dan penyadartahuan bagi masyarakat tentang lingkungan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Raptor Indonesia-RAIN Kembali melakukan kegiatan Pemantauan Raptor Migran di Puncak-Bogor, Bandung, Jogja dan Bali. Puncak merupakan kawasan yang menjadi tempat istirahan (Rossting site) sekaligus menjadi pintu gerbang “bootleneck” bagi para pengembara dari utara itu.

Saya selaku Kordinator Raptor Migran Jaringan Riset dan Konservasi Raptor di Indonesia mengajak kawan-kawan blogger di bogor khususnya dan Indonesia pada umumnya, terutama bagi teman-teman yang hobi fotografi untuk ikut menyaksikan dan mengabadikan fenomena alam yang begitu menakjubkan ini.

Info selengkapnya dapat dilihat: Disini

3 thoughts on “Memantau Raptor Migran di Puncak

  1. wah indahnya🙂

    Salam persohiblogan

    Lama tak bersua. Maaf karena kesibukan membuat saya sulit BW.
    Baru sempet nih, itu pun sekedar sapaan sembari lewat.🙂

    Mohon Maaf Lahir & Bathin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s