Jogja KM 0

Papan Jalan

Satu bulan yang lalu. Tepatnya tanggal 02 Oktober tempat ini pastinya akan sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Satu bulan yang lalu tempat ini masih rame dan sangat bersih. Beda dengan sekarang yang penuh dengan abu vulkanik yang dimuntahkan oleh Merapi.

Ya,.. Satu bulan yang lalu berkesempatan mengunjungi salah satu tempat yang sangat rame manusia di Malam Minggu di kota Gudeg, Yogyakarta. Bermaksud untuk melihat burung-burung migrant yang numpang nginep di Gedung Bank Indonesia, Kantor Pos Indonesia dan Bank BNI.

Layang-layang sang pengembara

Jenis burung layang-layang ini akan sangat mudah kita jumpai di KM 0 di kota Jogja pada bulan-Bulan Migrasi. Sembari jalan-jalan dengan si dia gak ada salahnya sekalian menghitung para pengembara yang mampir nginap di gedung-gedung bank dan pos indonesia ini.

Selain melihat burung dan jalan-jalan malam minggu, sekalian ah hunting foto mumpung ada yang mau minjemin Kamera. Cuma sayang berhubung cahaya yang kurang dan masih belum handal menjadi Paparazi hasilnya pun tak memuaskan. Masih banyak yang ngeblur dan kurang jelas mana yang menjadi target. Aktifitas manusia sebenarnya menarik untuk di abadikan. Muda-mudi menghabiskan malam minggu di lesehan pinggir jalan tak kalah menariknya ketika menghabiskan malam minggu di restaurant maupun kafe-kafe di kota besar. Suasananya yang membuat semua serasa menarik.

Lesehan trotoar

Setiap malamnya lokasi ini selalu menari untuk dikunjungi. Jangan khawatir kekuarangan makan maupun minuman. Tinggal siapkan saja uang jajan. Jangan takut kocek kita bakalan kering karena hampir semua jajanan ditempat ini murah meriah.
Saya yang fokus mengabadikan moment malam itu sih gak berfikiran buat jajan. Apalagi ketika nyadar kalau kunci sepeda Motor yang saya bawa gak ada di tas kamera maupun saku celana. Yang ada cuma rasa cemas dengan nasib motor di parkiran. Buru-buru ke parkiran memastikan semua baik-baik saja. Pas nyampe diparkiran posisi sepeda motor sudah berubah. Tidak lagi ditempatnya. Tapi sudah maju ke trotoar. Bingung karena ternyata kunci tak lagi ada di motor. “Nyari apa mase, mbak’e?”. Kata si tukang Parkir. “Kunci motor pak. Sepertinya tadi masih nyantol di bukaan Jok”…. tiba-tiba si bapak bilang “Coba pake kunci saya”,… waaaahhhh,…. alhamdulillah,… “maturnuwun pak”.

becak parkir

Becak yang tertata rapi bukti keserasian bukan kesemrawutan di rata-rata kota besar dengan aktifitas manusia yang tinggi. Para tukang becak ini antri menunggu giliran masing-masin sambil bermalas-malasan di atas becak sembari ngobrol sesama penarik becak.

Kunjunganku malam itu kami akhiri sekitar jam 10 malam. Bukan waktu yang tepat sebenarnya untuk pulang dimalam minggu ketika jalan-jalan ke KM 0 karena makin malam justru malah makin rame.
Suatu saat saya akan berkunjung lagi. Tentunya dengan kondisi yang berbeda,…
Aku rindu jogja,…

4 thoughts on “Jogja KM 0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s