Bertemu Burung Migran di Panaitan(Part-I)

 

Grey Plover & Ruddy Turnsttone

Tahun 2010, merupakan kunjungan kedua kalinya saya ke Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Pertama kali saya berkunjung ke Pulau tersebut pada Agustus 2009. Sama seperti kunjungan sebelumnya, tujuan saya ke pulau ini adalah untuk melakukan monitoring dan survey monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Cuma bedanya, kali ini tidak berbarengan dengan satwa yang dilepas. Hanya monitoring lanjutan dan survey di beberapa lokasi.

Pulau dengan luas 17.500 ha memiliki jenis burung yang sangat melimpah. Pada 2009, di lokasi Resort Legon Kadam, sekitar 60 jenis burung berhasil teridentifikasi. Sedangkan total keseluruhan burung yang sudah berhasil terhimpun  sampai saat ini sekitar 115 jenis.

Luar biasa! Kunjungan kali ini tidak mau saya lewatkan begitu saja, mengingat November adalah bulan migrasi. Migrasi dilakukan untuk menghindari musim dingin di belahan bumi utara ke selatan. Salah satunya negara yang dikunjungi para burung adalah Indonesia.

 

Kirik-kirik Laut

 

Sebelum berangkat saya sudah dikasih titipan sama Iwan Londo, seorang ornitolog “Jangan lupa burung pantainya!” pesannya. Mengingat susahnya melihat burung pantai tahun lalu karena terkendala alat, kali ini saya membawa monokuler (spotting scope) pinjaman. Harapanya bukan hanya melihat burung pantai migran. Tapi juga raptor-nya. Ketika alat sudah ada kali ini saya kesulitan dalam hal identifikasi karena buku panduan burung yang sudah disiapkan sebelumnya tertinggal di kantor. Tak mau kecolongan maka saya dokunentasi dalam bentuk foto dari setiap jenis burung yang terlihat.

Tanggal 21-27 November 2010, ketika saya dan tim berkegiatan di blok Ciharashas, ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Beberapa jenis burung pantai sedang berada di pantai sambil mematuk-matuk sesuatu yang tentunya menjadi makanan buat mereka. Karena saya tidak tahu jenisnya maka saya hanya mengabadikannya lewat foto.

 

Gajahan Pengala/Whimbrel

 

Ketika kembali di Bogor, saya baru dapat mengidentifikasi, yaitu Cerek Besar/Grey Plover (Pluvialis squatarola), Trinil Pembalik Batu/Ruddy Turnsttone(Arenaria interpres), Cerek Pasir Besar/Greater Sand Plover (Charadrius leschenaultia) dan Trinil Ekor Kelabu/Grey-tailed Tattler (Tringa brevipes). Jenis lain yang berhasil teridentifikasi yaitu Sikatan Cacing/Hill Blue Flycatcher(Cyornis banyumas) dan Sikep Madu Asia/Oriental Honey-buzzard (Pernis ptilorhynchus orientalis). Sikatan cacing terlihat sedang mencari makan di ranting-ranting pohon sedangkan sikep madu asia terlihat soaring sekitar pukul 16.30 WIB, kemudian meluncur ke dalam hutan.

Artikel bisa juga dibaca di: www.burung-nusantara.org

2 thoughts on “Bertemu Burung Migran di Panaitan(Part-I)

  1. wah, aku iso mbayangke jarak kirik2 dari posisine sampeyan lek. jajal nek monone rada bening sitik ae, mesti tambah nggilap fotone. anyway, nice effort bro. keep shooting🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s