Elang Brontok

Elang Brontok by Andhy PS

Elang Brontok Nisaetus cirrhatus Gmelin, 1788

Synonim: Spizaetus cirrhatus
Nama Lain    : Garuda dan Rajawali

Karakteristik; Jenis burung ini Berukuran besar 57-79 cm. Jantan dan betina sama. Namun demikian, Jenis ini dibedakan menjadi 3 fase karena mempunyai banyak pola warna bulu yaitu; fase terang, fase menengah dan fase gelap.
Fase terang dewasa; Umumnya berwarna gelap dibagian atas dan pucat pada baian bawah.
Fase menengah dewasa; sama dengan fase terang hanya bagian bawahnya berwarna abu-abu kecoklatan.
Fase gelap dewasa; warna coklat sangat gelap dan hitam

Elang Brontok Fase Gelap/ By Nanang

Penyebaran; dari sisi sebaran burung ini tersebar cukup luas  (N.c. cirrhatus) India Selatan; (N.c. ceylanensis) Sri Langka; (N.c. andamenensis) P. Andaman; (N.c. limnaetus) India Utara dan Nepal hingga Burma, Indocina Barat dan Selatan serta Semenanjung Malaysia hingga Sunda
besar. Filipina Barat dan Tenggara.
Di Indonesia: Simeuleu, Nias, Kepulauan Mentawai, Sumatra, Bangka, Belitung dan Kepulauan Lingga. Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan Palu
.
Suara; Biasanya tidak bersuara kecuali pada musim kawin. Seperti yiip-yip-yip-yip, kwip-kwip-kwip-kwii-ah, kii-liiuw.

Habitat; Padang rumput daerah berhutan, kebun yang berpohon, sumber-sumber air yang ditumbuhi pohon. Perkebunan teh, hutan di perkampungan, bahkan di pinggiran perkotaan hingga hutan hijau sepanjang tahun dan gugur yang jarang. Umumnya ditemukan di bawah 1.500 m, juga ditemukan di ketinggian 2.200 m dpl.

Gelap dan Terang

Sumber Gambar: Besgroup

Berbiak; Musim berbiak: Umumnya pada bulan Pebruari hingga Agustus di Kep. Sunda Besar. Sarang : berukuran besar lebar 95 – 105 cm, kedalaman 35 cm – 120 cm yang terdiri dari ranting-ranting kasar yang berdaun. Biasanya di pohon pasang, puspa, pinus, dan riung anak dengan ketinggian 10 – 50 m, di tepi perbukitan, kadang di pedalaman hutan atau ditepian kampung. Jumlah Telur: 1 butir

Status Perlindungan; Dilindungi Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, PP 7 dan 8 tahun 1999.

Pakan; Bervariasi umumnya dari hewan-hewan di darat, termasuk mamalia, burung, bajing, tupai pohon, bunglon, reptilia, dan katak.

4 thoughts on “Elang Brontok

  1. hi happy,..

    Bener banget,.. Garuda lebih identik dengan elang jawa. Tapi dari hasil survey di beberapa sumber banyak masyarakat yang menyebut elang brontok sebagai garuda, rajawali dll. Begitu juga Elang laut. Banyak yang menyebut sebagai Garuda dan rajawali.

    Terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s