Sikep Madu Asia

Sikep Madua Asia yang melintas di Puncak/ Iwan Londo 2009

Sikep Madu Asia atau dengan bahasa para peneliti burung menyebutnya Pernis ptilorhynchus orientalis atau Pernis orientalis untuk yang ras Oriental atau pengembara(Migrasi). Jenis ini  masuk dalam Kingdom Animalia dan Phyllum Chordata serta Subphyllum Vertebrata ini masuk dalam kelas  Aves. Kemudian dalam pembagian Ordo dimasukan dalam golongan Falconiformes yaitu keluarga Elang dengan Familly Accipitridae dalam Genus Pernis dan Species Pernis ptilorhynchus Temminck, 1821.

Burung ini berukuran sedang 50 cm, Warna sangat bervariasi dalam bentuk, terang, normal, dari dua ras yang berbeda. Masing-masing ,meniru elang yang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis pada ekor yang tidak teratur. Semua bentuk memiliki tenggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam, sering dengan garis hitam mesial. Ciri khas ketika terbang kepala relatif kecil menyempit, leher agak panjang, sayap panjang menyempit, ekor berpola. Pada saat soaring ekor cenderung mengembang.
Iris jingga, paruh abu-abu, beberapa perjumpaan memiliki sera kuning, bulu berbentuk sisik(terlihat dalam jarak dekat).

Ras Penetap P.p. torquatus/ By Dimar

Penyebaran

Dari sisi sebaran, burung ini tersebar sangat luas di dunia. Para peneliti menyatakan jenis ini tersebar mulai dari kawasan Paleartik Timur, India, dan Asia Tenggara sampai kawasan Sunda Besar. Di Indonesia ada bebera ras yang tersebar dari Jawa, Bali Kalimantan, Sumatera, Sulawesi hingga ke Flores. Ras yang berjambul panjang torquatus tersebar mulai dari peninsular Thailand dan Malaysia, Sumatera dan Borneo. P.p. ptilorhynchus menurut Ferguson-Less,J. And D. A. Christie. 2001 adalah Resident Jawa. Tetapi untuk kedua ras tersebut tersebar jarang di Sumatra, Kalimantan dan Jawa Barat. Ras Palearktika timur yang berjambul pendek, P.p. orientalis, tersebar di seluruh Sunda Besar sampai ketinggian 1200 merupakan pengunjung pada musim dingin. Sedangkan untuk jenis Sikep Madu yang Endemik Indonesia memiliki satu jenis di Sulawesi yaitu Sikep Madu Sulawesi, Pernis celebensis.

Habitat
Burung elang yang sumber makananya Ulat, kadang kepompong, anakan tawon dan lebah ini sering mengunjungi hutan pegunungan. Sewaktu terbang kepakannya dalam diikuti luncuran panjang. Melayang tinggi di udara dengan sayap datar. untuk ras migrant jenis ini sering terlihat dikawasan yang terbuka. Bahkan di perkotaan.

Berbiak
Mari kita tengok siklus perkembangbiakan dari jenis burung pengembara yang sangat pintar mengandalkan energi panas bumi ini(Thermal). Sikep madu akan masuk musim kawin umumnya pada bulan Juni sampai pertengahan September sepulang mereka dari pengembaraanya yaitu dari Asia Tenggara termasuk indonesia yang kemungkinan menjadi tujuan akhir. Data ini ditunjukan dari publikasi oleh Higuchi Profesor dari Jepang yang melakukan penelitian menggunakat Satelit tracking jadi kemanapun si burung terbang akan terlacak. Dan hasilnya Indonesia lah negara terakhir yang menjadi persinggahan si burung dari siberia ini menghabiskan musim dingin di negaranya.

Ras migrant Pernis orientalis yang di dokumentasikan oleh Iwan Londo tahun 2009 di Bukit paralayang, Puncak, Bogor

Sepulang dari masa pengembaraanya Sikep Madu akan melakukan Kawin dan membuat sarang. Di Siberia, sarang berukuran lebar hingga 80 cm dengan kedalaman lebih kurang 25 cm. Material sarang sama seperti elang pada umumnya yang terdiri dari Ranting kering dan dedaunan hijau walaupun jarang menggunakan daun. Beda lagi di India. Di India, dari segi ukuran lebih kecil dengan lebar sekitar 40-50 cm dengan kedalaman 20 cm. Telur berjumlah 2 butir dengan masa pengeraman sekitar 28-35 hari.

Namanya juga burung pengembara. Begitu anaknya menetas, keluar sarang dan bisa terbang, kalau yang sudah mampu menempuh perjalanan jauh maka pada saat kembali masuk musim dingin di negaranya si elang muda akan mengikuti induknya melakukan migrasi. Sebuah perjalanan panjang demi kelangsungan hidup dan kontribusi nyata pada alam.

Status
Ras yang berjambul panjang torquatus dan ptilorhynchus adalah jenis penetap dan ras Paleraktika Timur yang berjambul pendek, orientalis, pengunjung musim dingin (migran). Melakukan migrasi pada musim dingin selama bulan Agustus sampai Nopember dan Kembali bulan Maret hingga Mei.

Di Indonesia diketahui masuk melalui Sumatera, Borneo, Sulawesi kemudian ada beberapa jalur lagi sampai ke Wintering Area. Di jawa, lokasi pengamatan migrasi di jawa barat adalah Puncak, Bogor, Gunung Tangkuban Perahu, Papandayan, Cibodas, Halimun Salak. Kemudian ke timur melewati Merapi, Semarang, Bromo ke Bali, Lombok sampai Flores. Kemungkinan di flores mereka menetap selama di utara sedang musim dingin hingga kembali musim semi(Spring Migration).

Sedangkan untuk status perlindungan sama seperti jenis burung pemangsa lainya jenis ini di Indonesia Dilindungi Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, PP 7 dan 8 tahun 1999. CITES, Appendix II

Berikut dibawah ini jalur migrasi yang terpetakan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Raptor indonesia sebuah jaringan Riset dan Konservasi Raptor di Indonesia bersama para anggota dan komunitas pengamat burung di Jawa dan Bali dalam kurun waktu lebih kurang lima tahun.

Peta Jalur migrasi di Jawa/ by Sukmantoro et al

6 thoughts on “Sikep Madu Asia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s