Burung Ibukota dan Pengamat Burung di Jakarta

Masih ingat dengan Jakarta Birdwatcher’s Community(JBC)? Ya, mereka adalah sekelompok mahasiswa yang memiliki hobi pengamatan burung. Sampai tahun 2007-an JBC beranggotakan komunitas pengamat burung  dari 4 Universitas. Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Negeri Jakarta dan Univaersitas Islam Asyafiah.

Seiring berjalanya waktu sepertinya mereka vakum dalam dunianya. Tidak bisa di pungkiri kesibukan para pengurus mungkin yang jadi kendala dan anggota akhirnya jalan-jalan sendiri.

Mencoba untuk bangun, JBC kini berubah nama menjadi Jakarta Bird Watcher’s Society. Ternyata walaupun sedikit tertatih dalam perjalananya, mereka masih mampu membuat gebrakan yang patut di apresiasi. Sebuah buku Panduan Mengamati dan Memotret Burung di Jakarta telah terbit. Di tulis oleh Ady Kristanto dan Dedy Istanto buku tersebut seolah menjadi bukti bahwa JBC yang berubah Menjadi JBS masih aktif dan tetap komitment untuk urusan ngamati manuk. 

Cover Burung Ibukota

Buku dengan judul besar “BURUNG IBUKOTA” menghadirkan foto-foto burung yang ada di Jakarta yang notabene layak disebut hutan beton. Buku ini seolah ingin menunjukan bahwa selain kehidupan masyarakat yang tak pernah mati aktivitas, masih ada kehidupan lain di sekitar lingkup ruang terbuka hijau di jakarta.

Bertempat di Museum Nasional (Monas) Soft Launching buku Burung Ibukota dilakukan. Di hadiri lebih dari 20 pengamat burung jakarta dan bogor menjadi ajang silaturahmi para birder yang rata-rata masih mahasiswa. Acara di mulai dengan pemaparan dari Ady Kristanto selaku ketua JBS (awet ya dy,. hehehe) mengenai lahirnya buku saku yang fotonya juga di sumbang oleh beberapa Fotografer Indonesian Wildlife Fotografer.

Kemudian, di sampaikan pula rencana kembali menghidupkan Jakarta Birdwatcher’s Society. Peserta yang datang dari perwakilan lembaga/ komunitas pengamat burung di jakarta dan bogor kembali di ajak untuk menumbuhkan minat pengamatan burung di jakarta dan sekitaranya sama seperti pada saat masih JBC. ” Minimal 2 orang dari masing-masing komunitas jadi perwakilan yang akan menjadi pengurus JBS dan akan menyusun rencana kegiatan dalam satu tahun”. Jelas Ady.

Acara di tutup dengan berbuka puasa bersama di pintu masuk Monas.

15 thoughts on “Burung Ibukota dan Pengamat Burung di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s