There is a will, there is a way

“There is a will, there is a way”,.. Saya paling suka dengan kata-kata itu. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Kira-kira seperti itu lah artinya, karena di dunia ini tidak ada hal yang datangnya serba kebetulan. Semua pasti ada prosesnya yang harus di lalui.

Senin 19 September 2011

Begitu juga keberangkatan saya ke Thailand untuk tinggal selama 2 bulan lebih itu juga bukan karena kebetulan. Semua ada proses dan tahapanya. Bagaimana mungkin bisa pergi-pergi dengan biaya yang pastinya banyak tanpa saya harus keluar ongkos sendiri. Tiket pesawat, Tempat tinggal dan makan selama dua bulan ada yang menanggung semuanya. Itu sungguh berkah yang luar biasa bagi saya.

Semua berawal dari mimpi, mimpi ingin melihat satu species burung elang yang susah di temukan negeri sendiri. Black Baza atau Baza Hitam dalam bahasa indonesianya dengan nama ilmiah Aviceda leuphotes. Awalnya hanya itu sampai akhirnya saya terpacu ingin belajar lebih banyak mengenai hal yang berhubungan dengan migrasi Raptor, atau elang bahasa umumnya. Belajar mengenai identifikasi Jenis, memperkirakan umur, jenis kelamin, kondisi cuaca (angin, awan), dan beberapa hal lainya. Dari situ saya ada dua pilihan tempat. Radar Hill di Thailand atau Hawk Mountain Santuary di Amerika? Kalau yang kedua saya tidak akan ketemu yang namanya black baza dan pastinya tidak akan belajar banyak tentang migrasi elang di asia. Pilihan yang pertama yang di ambil.

Proses di mulai dari satu tahun yang lalu. Mulai mencoba Tanya-tanya ke pihak di Thailand apakah ada kemungkinan saya bias berangkat pada musim migrasi tahun depan (baca: Kali ini) dan pada saat itu langsung di jawab “bisa, kasih kabar kalau tidak jadi”. Itu jawaban dari Ketuanya Thai Raptor Group.

“Maksimal kasih kabar di pertengahan agustus supaya kami bisa cari orang lain kalau kamu tidak jadi berangkat”

Kemudian, pada bulan juli yang lalu di saat saya sudah mulai melupakan pengajuan saya berangkat ke Thailand ada yang mengingatkan kalau saya masih minat apa tidak untuk berangkat ke Thailand? Ya saya jawab tentu saja masih dong,.. Kini saatnya saya ambil keputusan mau tetap jalan di tempat atau mau maju satu langkah tapi untuk hal besar yang belum tentu ada jalan untuk kesana.

Dan, 8 september 2011 saya terbang ke Thailand untuk memulai menjajaki mimpi saya yang sampai saat ini masih saya cari. Yang saya cari masih belum saya dapatkan. Rombongan besar itu belum saya jumpai selama duabelas hari berada di Radar Hill. Berangkat pagi dari penginapan dan pulang sore setelah seharian di jemur di bukit dengan ketinggian 192 m dpl mampu menghitamkan kulit dengan cepat pun tak jadi masalah. Kulit hitam itu tidak setimpal dengan apa yang akan saya peroleh. Ilmu dan kesenangan batin saya.

Untuk itu, mulailah jangan takut untuk bermimpi dan bangun untuk mewujudkan impian itu. Untuk sebuah ilmu yang bermanfaat insya allah ada jalan selama kita mau mencoba dan tetap berjuang untuk mewujudkan impian-impian itu,..

2 thoughts on “There is a will, there is a way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s