Trip to Thailand: Keberangkatan

Jam 02:00 dinihari di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta

Ternyata Gusti Allah sudah punya rencananya sendiri terhadap saya. Saya tidak dikirim ke ajang adu ilmu kanuragan perburungan di Tahura R Soerjo atau yang orang-orang lebih kenal dengan nama Cangar. Berbarengan dengan jadwal saya presentasi di International Field Raptor Identification Course 2012 di Thailand, di Cangar tengah digelar perhelatan  Kompetisi Pengamatan Burung yang digagas oleh Dinas Kehutanan Malang.

Ya, Alhamdulillah, Gusti Allah mengirim kembali saya ke kota Chumpon, kota yang penuh pesona karena ratusan ribu raptor mlintasi kota itu setiap tahunnya. Dan tahun ini Gusti Allah kembali mengirimkan saya ke Kota itu.

Jum’at dini hari berangkat dari Bogor menggunakan Taksi Biru bergambar burung berhubung bus Damri masih belum ada yang jalan ke Bandara jam segitu. Dalam hati “jian,.. numpak pesawat deneng gasik nemen ya jam lima esuk”. Mata masih terasa berat untuk harus melek jam satu dinihari setelah beberapa jam sempa terlelap didepan TV. Tapi ya tetep saja ngantuk. Perjalanan Bogor – Bandara Soekarno Hatta yang biasanya ditempuh 2 jam malam itu hanya 45 menit. Jam dua kurang saya sudah ada di terminal 2E.

Masih tiga jam dari jadwal keberangkatan yang ada di ticket saya. Jam keberangkatan di ticket saya adalah jam 05:00WIB, jadi masih ada waktu 3 jam kosong di Bandara. Cari kopi adalah pilihan yang tepat sambil nontonin orang – orang yang mau pergi jalan – jalan berasama rombogannya. Entah mereka ini rombongan wisata religi kemana. Kalau dari bahasa yang saya dengar mereka bukanlah dari satu daerah melainkan dari berbagai daerah. Dan yang jelas mereka dari satu perkumpulan pengajian yang saya juga gak mau tau apa nama perkumpulan itu. Awalnya sih saya pikir mereka adalah jama’ah haji yang akan berangkat berhaji tahun ini.

Kopi instan yang saya beli dari mesin otomatis lumayan untuk menghangatkan tenggorokan saya dan sedikit mengurangi rasa kantuk saya. Sambil nunggu kang Adam yang juga akan sama – sama berangkat ke Thailand. Kebetulan dia bawa buku Field Guide Asian Raptor untuk diserahkan ke pihak ARRRCN. Mengamati rombongan pengajian itu ternyata banyak yang sudah kecapean. Ada yang tidur di bangku, bersandar tembok, ada yang bersandar suaminya, dan masih ada beberapa macam perilaku tidur orang yang kecapean. Hehe,..

Tidak selang berapa lama kang Adam datang dengan bawa empat kardus dengan ukuran besar dan kecil. Ternyata dia bawa 250 buku. Waduh,.. bakalan kena charge bagasi banyak nih. Dan benar saja pada saat check-in ada beberapa buku yang sebenarnya disarankan dtinggal karena sudah kelebihan beban barang bawaan yang semestinya. Setidaknya kami harus bayar sekitar Rp. 1.200.000,- untuk sisa berat barang yang over beratnya. Padahal itu sudah dikurangi beberapa buku masuk ke tas kami. Itupun masih kelebihan sekitar 9kg-an.

Ini dia yang membawa saya ke Malaysia dan Thailand

Setelah semua beres urusan check-in plus dengan bayar bagasi kami langsung menuju ruang tunggu dalam. Ternyata rombogan pengajian itu juga menggunakan pesawat yang sama seperti yang akan saya naiki bersama kang Adam. Oia, trip  ke Thailand kali ini tidak menggunakan penerbangan langsung dari Soekarno Hatta ke Bangkok. Kami harus ke Malaysia terlebih dahulu baru kemudian penerbangan ke Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, menggunakan Malaysian Airline.

Perjalanan Soekarno – Hatta ke Bandara International Kuala Lumpur ditempuh dengan waktu 2 jam. Enak juga pakai Pesawat kebanggaan Malaysia.

#bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s