Elang Jawa sang “garuda” yang terancam

Elang Jawa, atau nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi merupakan satwa karismatik dan istimewa karena menjadi lambang Negara, Garuda. Banyak fotografer alam liar yang ingin mengabadikan burung berjambul ini. Satu tahun yang lalu saya berkesempatan untuk menemani seorang Fotografer Satwa Liar profesional memotret makhluk tuhan paling seksi ini. Kesempatan yang belum tentu semua pengamat burung bisa dapatkan. Bukan karena berdampingan dengan si Fotografernya, tapi kesempatan menyaksikan anakan elang jawa berpolah di sarangnya menunggu sang induk mengantar makanannya. Bonus setelah bangun pagi (jam 3 dinihari) menuju lokasi, mulai mendaki jam setengah 5 pagi, rasanya ini setimpal dengan perjuangan kami.

Berikut beberapa foto yang bisa saya share dengan kawan-kawan semua.

Menanti sang induk datang membawa makan siang / Asman Adi Purwanto 2012

Menanti sang induk datang membawa makan siang / Asman Adi Purwanto 2012

Perkiraan umurnya sekitar 3 minggu, sanga anak sudah bisa berdiri dan sudah mulai beraktifitas didalam sarang. Sebagai satwa yang kharismatik dan istimewa inilah yang menyebabkan perburuan elang jawa tetap tinggi. Ini menjadi tantangan sendiri bagi penggiat konservasi dan pemerintah untuk mempertahankan Lambang Negara Kita.

Mengepakan sayap/ Asman Adi Purwanto 2012

Mengepakan sayap/ Asman Adi Purwanto 2012

Ini yang saya saksikan sepanjang hari ketika saya menemani para fotografer itu. Yang ditunggu – tunggu, induknya tak kunjung datang. Padahal event dimana sang induk memberi makan yang paling ditunggu. Tapi walau mata ngantuk – ngantuk kami tetap setia menunggu sang garuda itu pulang.

Kedatangan sang induk/ Asman Adi Purwanto 2012

Kedatangan sang induk/ Asman Adi Purwanto 2012

Seketika kami langsung sibuk dengan peralatan masing – masing. Semua kamera seperti senapan mesin memberondong musuh. Shuter terus ditekan gak mau kehilangan momen dimana sang induk mendarat di sarang. Saya sempat bengong saking terkagum-kagum mendapati sebuah suguhan yang begitu seksi. Sang Garuda telah kembali kerumah.

Waspada/ Asman Adi Purwanto 2012

Waspada/ Asman Adi Purwanto 2012

Sang induk seperti mengetahui keberadaan kami. Dia begitu waspada dan mengamati kearah dimana kami berada. Dia pun tidak lama berada di sarang. Hanya meletakan mangsa hasil buruannya dan langsung pergi.

Kini, elang jawa sebagai satwa primadona keberadaanya terus mengalami tekanan baik karena perburuan liar, berkurangnya habitat, lambannya penegakan hukum terkait pelanggaran – pelanggaran hukum yang terjadi. Banyaknya peraturan perundang-undangan tidak cukup untuk menekan tingkat perburuan dan perdagangan elang jawa di pasar gelap. Menurut penelitian hingga tahun 2010 diperkirakan populasi elang jawa dialam liar hanya sekitar 325 pasang. Ironi sekali, sebagai satwa nasional akan tetapi statusnya tidak aman. Seperti buronan yang terus diburu.

Maka dari itu, untuk keamanan pasangan elang jawa ini kami bersepakat untuk tidak menyebutkan lokasi pemotretan/sarang elang jawa ini. Terlalu beresiko jika kami sebutkan lokasinya. Dikhawatirkan informasinya akan sampai pada telinga pemburu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s