Cangar dan Burungnya yang aduhai,.

Perhelatan akbar Pengamat Burung Indonesia 2013 digelar di Tahura R Soeryo, Malang, Jawa Timur selama empat hari. Tukang intip burung rame-rame datang ke Cangar untuk menyusun strategi jitu demi masa depan burung mereka,.. nah lho,.. kok ngene,. hehe,..

Foto Bersama sebelum pulang itu wajib!!

Foto Bersama sebelum pulang itu wajib!!

Yup, akhir Agustus lalu pertemuan pengamat burung dari beberapa daerah yang ada di Indonesia telah rampung digelar di Cangar atas kerja keras teman-teman Seriwang (Serikat Birdwatcher Ngalam). Kepanitian atas ‘paksaan’ hasil pertemuan pengamat burung di Kaliurang tahun 2012. Meskipun dihadiri dari berbagai perwakilan seperti Medan, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tetap saja kloter dari jogja mendominasi, 20 peserta datang dari jogja turut meramekan hajatannya pengamat burung.

Gelaran akbar selama tiga hari (efektifnya),. itu menyajikan presentasi – presentasi dari beberapa perwakilan daerah yang hadir. Intinya gelaran itu sebuah gelaran santai, cair, mengalir tapi tak mengambang,.. hehe,. Dari gelaran itu dihasilkan sebuah produk Indonesia Bird Atlas/Atlas burung indonesia. Sebenarnya produk itu merupakan produk yang seharusnya sudah dikerjakan dari PPBI – 1 tahun 2007 di Semarang. Akan tetapi karena berbagai hal akhirnya atlas tersebut tidak tersentuh dan mandek tanpa progres. Kali ini, tahun ini sampai tahun depan, tugas tersebut diserahkan ke masing – masing perwakilan daerah (regional) dan hasilnya akan di umumkan di PPBI ke 4 di Semarang tahun 2014.

Ok, ada apa di Cangar?

Pokoknya di cangar banyak deh yang bisa dilihat, bukan lagi promosi tapi ini sebuah kesaksian kepuasan seorang pengunjung. Burungnya dekat – dekat, mudah di foto, pokoknya burungnya murahan,.

Tiarap gara-gara Sikatan Belang betina yang sangaat murah.

Tiarap gara-gara Sikatan Belang betina yang sangaat murah.

Bagaimana burung-burung di cangar itu tidak murahan, lha mereka mampu menyeret mereka untuk tiarap biar dapet foto yang eye level,.. Sikatan Belang (Ficedula westermanni) betina geal geol menggoda mereka.

Ini dia si dewi yang turun dari khayangan geal - geol menari di kami semua

Ini dia si dewi yang turun dari khayangan geal – geol menari di depan mata kami semua

Ini terjadi ketika di Watu Ondo,. targetnya sebenarnya Tahu Goreng yang di jembatan dan pintu masuk Air Terjun watu ondo. Berhubung kedua target belum dateng jadilah burung – burung ini jadi objek foto telanjang fotografer yang sedang galau mancari warung yang buka,. wkwkwk,..

Takur Tohtor, foto ini foto satu-satunya yang lumayan bagus dari sekian banyak yang cuma kelihatan punggungnya.

Takur Tohtor, foto ini foto satu-satunya yang lumayan bagus dari sekian banyak yang cuma kelihatan punggungnya.

Bukan cuma sikatan belang yang jadi model di watu ondo. Ada satu Takur Tohtor (Megalaima armillaris) yang dengan tenang mencari makan di depan kami. Tapi, meskipun si tuan takur itu dekat dengan kami tetap sulit untuk di foto. Pasti masuk diantara daun dan ranting mencari makan. Cuma di cangar untuk pertama kalinya saya ketemu takur tohtor.

Luntur Harimau, bonus lain dari cangar

Luntur Harimau, bonus lain dari cangar

Ini dia!!,. Bonus lain dari cangar,. Luntur Harimau (Harpactes oreskios) dengan nama inggris Orange-breasted Trogon. Hampir saja saya ndak kebagian pesta luntur satu ini. Alhamdulillah, dia masih tenang bertengger tidak jauh dari lokasi sebelumnya waktu saya belum datang. Meski satu individu tapi sesuatu banget,. Subhanallah,.

Anis Sisik atau Punglor Macan, meski seksi tapi mau main di pembuangan sampah

Anis Sisik atau Punglor Macan, meski seksi tapi mau main di pembuangan sampah

Kalau ke cangar saya pasti selalu mencari burung yang satu ini. Namanya Anis Sisik (Zoothera dauma). Dia itu sudah lama menjadi model pemotretan kalau beberapa kawan ada kesempatan mampir ke cangar. Pernah lihat sampai dikeroyok banyak fotografer tapi mbak anis ini tetap tenang mencari makan.

malu - malu

malu – malu

Sayangnya kali ini si anis sedikit malu-malu, jual mahal ndak mau di foto.

Beberapa kali saya nyambangi cangar tetap saja ndak merasa puas. Selalu ada rasa ingin kembali kesana. Bukan hanya burung yang menarik hati. Ada kekayaan lain yang tersembunyi menjadi misteri. Capung, anggrek,,. wes,. kudu mrono maneh rek!!,.

Sikatan Belang-Jantan

Sikatan Belang-Jantan

Sikatan Belang, Jantan, mudah kita jumpai berkeliaran di depan gedung utama.

Sikatan Belang, Juvenile

Sikatan Belang, Juvenile

Sikatan Belang yang masih anakan, remaja.

Jingjing Batu(Hemipus hirundinaceus)

Jingjing Batu(Hemipus hirundinaceus)

Kalau sudah begini siapa sih yang tidak mau kembali lagi ke cangar? masih banyak yang harus dikejar di sana. Jingjing Batu pun mudah ditemukan bergabung bersama jenis-jenis burung pemakan serangga lainnya.

Kacamata Gunung (Zosterops montanus)

Kacamata Gunung (Zosterops montanus)

Kacamata Gunung atau Pleci masih banyak di cangar dan mudah kalau mau dijadikan objek foto.

Kepudang Sungu Gunung (Coracina larvata)

Kepudang Sungu Gunung (Coracina larvata)

Kalau dilihat dari bulu penutup sayap dengan ujung-ujung sayap putih tipis seperti itu Kepudang ini terlihat seperti masih remaja. Dari gap di paruh juga seperti tanda masih muda,.

Sepah Gunung (Pericrocotus miniatus)

Sepah Gunung (Pericrocotus miniatus)

– Sepah Gunung/Sunda Minivet (Pericrocotus miniatus)

Sikatan Bogor ( Ficedula hyperythra)

Sikatan Bogor ( Ficedula hyperythra)

Entah kenapa burung ini namanya Sikatan Bodoh (Ficedula hyperythra),,. Ok, biarkan saja dia tetap menjadi bodoh yang penting kita tetap pintar memanfaatkan momen yang ada. Cangar, i’ll be back!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s