Wonosadi: Capung-pancing Jawa

Capung-pancing Jawa atau Paragomphus reinwardtii (Selys, 1854), capung besar yang karismatik. Capung asli pulau jawa dari keluarga Gompidhae menyandang nama Capung-pancing Jawa diambil dari si Jantan yang ujung abdomennya seperti pancing. Nah, di sela-sela monitoring Elang Brontok yang dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta saya ketemu dengan jenis ini. Jantan dan Betina langsung di satu lokasi.

Capungpancing Jawa, Jantan [03/10/13]

Capungpancing Jawa, Jantan [03/10/13]

Pejantan yang sedang berjemur meskipun bentuk pancingnya tidak begitu terlihat.

Betina [03/10/13]

Betina [03/10/13]

Untuk individu betina anal appendagesnya tidak nampak bentuk pancing karena itu hanya dimiliki si pejantan. Posisi si betina dari si jantan tidak jauh, hanya sekitar 10 meter. Kalau kata Presiden Negeri Kinjeng, kalau ketemu yang jantan maka carilah yang betina. Karena kalau ada jantan biasanya ada betina. [AAAP-08/10/13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s