‘Berburu’ Anggrek di Kebun Raya Baturaden

Baturaden, Banyumas. 22.12.2014. Ajakan hunting (istilah yang kami gunakan) itu datang dari Nizzar kalau tidak salah ingat sekitar tanggal 18an Desember. Hunting sering terkesan berburu untuk menangkap atau semacamnya. Tapi bagi kami hunting atau berburu yang dimaksud adalah pengamatan. Ajakan itu datang ketika Nizzar pulang ke rumah di Purwokerto dan kebetulan saya juga sedang di rumah. Pilihan lokasi hunting adalah kawasan hutan di Lereng Selatan Gn. Slamet yaitu Kalipagu. Di Kalipagu ada beberapa pilihan, mau Owa Jawa (Hylobates moloch), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Rek-rekan (Presbystis fredeicae), Burung, Capung dan Anggrek. Memang, untuk ketiga Primata itu hanya faktor keberuntungan yang bagus untuk bisa mendapatkan mereka turun gunung. 

Lalu, kami sepakat berangkat hari Senin 22 Desember. Kami hanya berangkat berdua karena yang lain ada kesibukan bekerja. Tujuan yang menjadi pilihan lokasi hunting langsung berubah ketika saya bertemu Nizzar. Kebun Raya Baturaden menjadi pilihan untuk ngamai anggrek baik yang liar maupun yang ada di koleksi kebun raya itu sendiri.

Sesampainya di Kebun Raya, kami langsung menyisir pinggir kebun raya yang berbatasan dengan kawasan Perhutani. Kami sengaja berjalan ke arah perbatasan hutan. Bukan dilokasi kebun raya yang sering menjadi kunjungan wisata karena lokasi itu untuk terakhir pas turun. Sejauh kami berjalan tampak sepi. Suara burung pun jauh seolah hanya suara-suara ilusi tanpa sebuah penampakan wujud, meski itu bukan demit.

Sesuai dengan judul postingan ini, Anggrek pertama yang kami temukan adalah Appendicula alba. Mudah-mudahan saja identifikasi kami benar. Hanya bunga dan batang tanpa daun. Daunnya sepertinya meluruh.

1. Appendicula alba Blume.

Appendicula sp_KRB_2014 (33)

Untuk kesekian kalinya dan itu terus berulang saya selu ragu dengan hasil akhir identifikasi anggrek. Selalu merasa itu belum final dan takut salah dengan hasil akhirnya. Karena apa? Karena beberapa kali lihat Appendicula alba selalu bertemu bunga hanya satu tangaki di ujung batang.

Close-up bunga. Kebun Raya Baturaden, 22.12.14

Close-up bunga. Kebun Raya Baturaden, 22.12.14

Bunga kedua Cryptostylis javanica J.J. Sm., bunga yang secara penampakan hanya tampak seperti daun berwarna merah seperti punya kumis hijau. Jenis ini juga menjadi perjumpaan bunga kedua untuk saya. Perjumpaan pertama saya dengan jenis ini di Cipendok, Ajibarang sewaktu turut serta dalam pengecekan Kamera Jebak (Camera Trap) yang dilakukan Biodiversity Society.

2. Cryptostylis javanica J.J. Sm.

Cryptostylis javanica JJSm_KRB_2014 (20)Si cantik yang menyegarkan mata kedua ini menjadi perjumpaan anggrek yang sedang berbunga di Kebun Raya untuk bunga yang tumbuh liar di hutan. Cuaca mulai tidak memungkinkan. Butiran air mulai menetes mengenai kami alias gerimis turun turut mengundang kami untuk bergerak turun juga. Kami bergegas turun berpacu dengan hujan yang mulai deras. Saya masih aman karena membawa jas hujan, sedangkan Nizzar lupa membawa jas hujan yang tersimpan di bagasi motornya.

3. Bulbophyllum pahudii [De Vr] Rchb.f

Bulbophyllum pahudii bunga ketiga meskipun tidak liar seutuhnya tumbuh di dalam hutan. Bunga dengan aroma semerbak ini tumbuh di depan green house anggrek koleksi kebun raya. Bunga ini tumbuh di sisa akar pohon yang terus melapuk namun ditumbuhi banyak pohon anggrek. Kemungkinan memang di tanam oleh pengelola kebun raya.

Bulbophyllum pahudi_KRB Baturaden

Menurut teman – teman saya biasanya bunga ini selalu dirubung lalat. Dirubung ada yang tau? Dikerubutin, di datangi beramai – ramai seperti bangkai dan kotoran. Lalat akan datang karena baunya yang semerbak. Memang, untuk foto ini tidak ada lalatnya dan saya pun tak merasakan ada bau – bau yang tidak enak. Meskipun begitu bunga itu menarik perhatian saya dan nizzar untuk mengabadikannya dalam sebuah foto.

Hujan berhenti dan kami diajak oleh salah satu pegawai kebun raya yang tiba-tiba mendatangi kami. Saya lupa siapa nama bapak – bapak itu, yang jelas beliau sangat welcome dengan kami. Beliau menunjukan koleksi anggrek yang ada di kebun raya.

4. Flickingeria grandiflora (Bl)

Flickingeria grandiflora (Bl)_2014 (9)

Flickingeria grandiflora (Bl), mudah – mudahan benar. Jenis ini belum pernah saya lihat sebelumnya selama tiga tahun terakhir ini ketika saya mulai menyukai anggrek liar. Nama itu hasil akhir dari pencaraian saya di buku Orchis of Java karya J.B Comber yang ada di Kanopi Indonesia.

5. Dendrobium nudum (Blume) Lindl.

Dendrobium nudum_KRB_2014 (3)

Lagi, ini berdasarkan name tag yang terpasang di pohonnya langsung. Namanya Dendrobium nudum dan memang hanya nama itu ketika saya kroscek ke bukunya Mr. Comber.

Dendrobium nudum_KRB_2014 (10)

Tampak bunga dari samping

6. Cryptostylis arachnites (Bl) Hassk

Awalnya bunga ini sama yakni Cryptostylis javanica, ternyata beda. Yang ini warna keseluruhan merah, sedangkan untuk C. javanica ada warna hijau.

Cryptostylis arachnites (Bl) Hassk_KRB_2014 (4)

Nambah lagi satu jenis yang belum pernah saya lihat.

Menurut informasi dari petugas di rumah pemeliharaan, ini koleksi masih baru. Waktu pengambilannya pun belum lama. Mereka menyebutnya eksplorasi untuk kegiatan pengambilan sampel masing – masing jenisnya. Jenis ini di datangkan dari Gunung Prau, Wonosobo beberapa minggu sebelum kami menyambangi Kebun Raya.

7. Dendrochilum aurantiacum Blume.

Selanjutnya koleksi teranyar di KRB yakni Dendrochilum aurantiacum. Sama, asalnya juga dari Gn. Prau. Jika dilihat dari koleksi – koleksi baru KRB, ternyata banyak juga anggrek liar di Gn. Prau mengingat bukan jenis diatas saja yang kami lihat ada di rumah koleksi.

Dendrochilum aurantiacum_KRB_2014 (2) Dendrochilum aurantiacum_KRB_2014 (1)

8. Gastrochilius sororius Schltr.

Nah, foto terakhir yang berhasil saya identifikasi. Masih ada tiga jenis lagi yang belum berhasil saya kenali sepenuhnya. Baru sampai ke Marga yakni Malaxis sp dan Calanthe sp. Biarlah itu akan menjadi bahan postingan saya berikutnya setelah ini.

Gastrochilius sororius Schltr (1)

Banyak hal baru yang bisa kita peroleh dan pelajari dalam setiap perjalanan. Begitu juga ketika saya pergi ke kebun raya. Meskipun itu sudah dirumahkan. Tapi tak apa. Mungkin fungsi dari Kebun Raya memang seperti itu, tempat atau rumah koleksi bagi berbagai spesies demi ilmu pengetahuan.

2 thoughts on “‘Berburu’ Anggrek di Kebun Raya Baturaden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s