‘Memburu ‘ Burung Hantu di Malam Minggu

Yogyakarta 11.01.14. Memburu Burung Hantu di Malam Minggu mungkin kesannya buruk bagi sebagian orang yang sudah mulai peduli dengan setiap perubahan di lingkungan sekitar atau bisa dikatakan mereka yang sudah peduli dengan nasib satwa liar. Sejatinya perburuan hewan itu memang dilarang, jika larangan itu memang benar – benar dijalankan dengan penegakan aturan yang diberlakukan itu benar – benar dilaksanakan.

Tapi tenang, perburuan disini bukanlah perburuan menembak yang mengakibatkan buruannya mati. Perburuan yang kami lakukan adalah sekedar mengamati dan menembak, menembak menggunakan kamera. Ya, malam minggu (semalem) saya bersama Arif, Langgeng dan Ayu (Istrinya langgeng) mengamati Celepuk Reban (Otus lempiji) di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada. 

Burung hantu berukuran kecil itu memanfaatkan pepohonan di kampus yang bersebelahan dengan Arboretum Fakultas Kehutanan itu untuk mencari makan dan mengasuk anak satu – satunya itu. Suara mendesis dari si anak mulai terdengar ketika matahari mulai meredup dan marbot masjid mulai menyiapkan diri untuk adzan maghrib. Suara itu terdengar seperti orang sedang memanggil menggunakan kode ”psst”,. “psst”,. yang membuat saya dan Arif celingukan mencari si empunya suara. Setelah mengatahui keberadaan burung dengan nama inggris Sunda Scops Owl itu kami langsung mencoba untuk mendokumentasikannya dalam bentuk foto.

Celepuk Reban atau Sunda Scops Owl. 10.01.15

Celepuk Reban atau Sunda Scops Owl dewasa. 10.01.15

Ini merupakan foto kedua saya setelah sebelumnya di tahun 2010 saya memotret celepuk reban di Lampung (foto bawah) pada saat survey Kukang (Nycticebus coucang) bersama International Animal Rescue. Perbedaannya ketika di Lampung posisinya sejajar antara saya dengan si burhan alias burung hantu itu karena perjumpaannya pun tak sengaja. Kali ini pun saya bisa melihat yang dewasa dan anakan. Selain bisa melihat keduanya, saya pun bisa dengar perbedaan suara dewasa dan suara pada saat masih anak.

Perburuan kami alias pengamatan kami sudahi sekitar jam 7.30 supaya si burhan yang unyu – unyu itu kembali tenang dalam asuhan kedua orang tuanya. Keadiran kami mungkin menganggu aktivitas mereka. Apa lagi kami menggunakan senter untuk menerangi mereka ketika kami ingin melihat wujudnya. Kami pun sudah merasa cukup, meskipun hasil foto yang saya hasilkan sedkit ambyar. Sepertinya dibutuhkan sebuah pengulangan di lain waktu.

Celepuk Reban di Kebun Kopi di Lampung 16.04.2010

Celepuk Reban di Kebun Kopi di Lampung 16.04.2010

2 thoughts on “‘Memburu ‘ Burung Hantu di Malam Minggu

    • Hi bro/sist,.

      Makasih ya sudah berkunjung lagi,. iya ini pake flash. kalau gak pakai flash gelap semua. Indonesia sebenarnya ada cukup banyak jenis burung hantu,.

      Salam

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s