Terik Australia, Pengunjung Dari Selatan

Yogyakarta – Kabar mengenai keberadaan Terik Australia (Stiltila isabella) di Trisik dan Delta Progo langsung menyebar di kalangan Pengamat Burung dan para pecinta fotografi di Yogyakarta. Termasuk saya. Sebagai orang yang seneng dan suka lihat burung, saya tak mau melewatkan kesempatan ini, kesempatan melihat jenis baru. 

05 Juli 2015

Cuaca siang itu begitu terik, tampak di seberang Delta kegiatan penambangan Pasir Sungai Progo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta terus berlangsung. Bebatuan sisa pembuangan menumpuk menyambung menjadi hamparan delta batu. Saya, Mas Ignas dan Rudi mulai melakukan pencarian Terik Australia, burung pengunjung dari Australia yang singgah di kawasan Trisik. Burung berukuran kecil dengan dominasi warna bulu coklat dan putih.

Pantulan sinar matahari dari bebatuan menjadi kesulitan sendiri mencari burung dengan nama inggris Australian Pratincole itu. Satu ekor burung tampak sedang berdiri di tengah delta. Yes!! it’s my lifer!!

Delta Progo. 05 Juli 2015

Delta Progo. 05 Juli 2015

Kami bertiga mengendap-endap, mencoba mendapat posisi lebih dekat dengan si burung. Meskipun si burung tampak begitu sensitif melihat pergerakan kami. Hanya beberapa frame foto yang kami dapat. Menjelang sore beberapa burung mulai berdatangan ke delta. Setidaknya lebih dari 10 individu yang turun ke delta.

Dua ekor Terik Australia pengunjung dari Australia yang memanfaatkan delta progo sebagai persinggahan dan mencari makan. Delta Progo di Kabupaten Kulon Progo menjadi kawasan burung migran singgah. 05 Juli 2015

Dua ekor Terik Australia pengunjung dari Australia yang memanfaatkan delta progo sebagai persinggahan dan mencari makan. Delta Progo di Kabupaten Kulon Progo menjadi kawasan burung migran singgah. 05 Juli 2015

Sampai dengan sore hari, ketika ada sekelompok burung terbang dan ternyata itu adalah terik asutralia yang sedang kami tunggu ternyata berjumlah 36 individu. Sebelumnya, pada tanggal 25 Juni terpantau 25 individu oleh Mas Kir dan 20 ekor padda tanggal 30 Juni oleh Imam T dan Mas Kir. Menurut Imam, seperti ditulis dalam laman Group Facebook Burung Jogja, jumlah tersebut merupakan jumlah paling banyak untuk Jawa khususnya Trisik.

11 Juli 2015

Setelah tanggal 5 Juli tidak bisa lebih dekat dengan si Terik, maka diputuskan kami kembali ke delta progo. Menurut Wahab, waktu yang pas adalah pagi hari ketika air laut pasang dan burung sedang asik mencari makan. Maka, saya dan rudi berangkat pukul 05:30 wib dari markas Kanopi Indonesia. Istilah jogjanya Mruput.

Jalanan dari jogja, sepanjang jalan bantul hingga delta masih begitu lengang. Entah karena masih begitu pagi atau karena hari itu adalah sabtu. Udara masih cukup dingin, sepeda motor terus melaju menuju delta progo. Terkadang tubuh bergidik menahan dingin.

Kabut tipis masih terlihat menutup beberapa petak sawah di sisi timur sungai progo. Embun juga masih menempel di rerumputan. Seorng ibu menyiapkan selang air untuk mengalirkan air ke petak sawah. Di sisi selatan penggembala kerbau dengan empat ekor kerbaunya masuk ke delta. Seperti biasanya, delta progo memang digunakan untuk menggembalakan kerbau.

Delta pagi itu tampak sama seperti tanggal 5 juli ketika saya datang siang hari. Tidak ada aktivitas pasang air laut, hanya bekas pasang di waktu malam. Dengan binokuler saya mencoba mencari keberadaan sekumpulan terik di antara rerumputan dan bebatuan. Sesaat setelah saya mencari terik, ada yang aneh dari perilaku kerbau-kerbau di sebelah selatan saya. Jaraknya sekitar 50 meter dari saya. Tiba-tiba dua kerbau mendongakan kepalanya dan berjalan mendekat.

Firasat saya pada waktu itu sudah tidak baik. Dan benar saja, kerabau-kerau itu bukan berjalan melainkan lari kearah saya berdiri. Itu membuat saya reflek untuk lari menghindar. Tampak si pemilik kerbau lari menghalau kerbau-kerbaunya agar tidak berlarian kearah saya. Cuma bisa misuh dalam hati dan tertawa menertawakan kelucuan pagi dikejar kerabau. Ah, kenapa selalu ada kejadian konyol seperti itu.

Lima individu terik terlihat berdiri di pinggir delta. Beberapa sudah tampak curiga dengan kehadiran saya dan rudi yang mulai mengendap mendekat. Dan, di utara terlihat serombongan terik cukup banyak. Dari hitung-hitungan saya sekitar 31 individu. Ah, cukup banyak pagi itu. Jumlahnya melebihi waktu tanggal 5 juli. Catatan yang cukup menarik untuk jumlah terik yang singgah di trisik dan delta progo.

Waktu beranjak ke siang dan delta progo semakin panas. Cukup menyiksa kami yang sedang puasa. Kami akhiri pengamatan terik itu sebelum adzan dzuhur.

Di bawah ini terik australia yang terdokumentasikan pada tanggal 11 juli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s