Celepuk Reban Universitas Negeri Yogyakarta

Yogyakarta – Siang (02/07/15) itu selepas rapat kordinasi kegiatan PRB di Kanopi handphone Sarno terus berbunyi. Ada yang telp. Karena merasa ada sesuatu yang penting (mungkin) Roe memberikan HP itu ke Sarno yang kebetulan sedang ada diluar menyiapkan bilah bambu yang akan digunakan untuk simulasi evakuasi bencana.

Tak lama setelah menerima telphone Sarno masuk. “Ayo melu ra?! ( Ayo ikut gak?!)” sambil masuk dan membereskan kamera. ” Ono celepuk reban neng UNY. Iki mas ndog ngabari / Ada celepuk reban di UNY. Ini mas ndog kasih kabar” Sarno melanjutkan.

Sunda Scops-owl_Yogyakarta_020715_3

Salah satu anak (dari dua) Celepuk Reban (Otus lempiji) di Universitas Negeri Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (02/07/15)

“Melu!!”. Saya langsung menSleep-kan mode di laptop saya dan langung mengambil kamera andalan.

Kami langsung berangkat menuju Universitas Negeri Yogyakarta dimana burung Celepuk Reban (Otus lempiji) itu berada. Di sana sudah ada mas ndog alisa mas Rio yang sudah menunggu. Mas ndog adalah seorang pengajar muda di UNY yang sedang senang-senangnya motretin dan ngamatin burung. Dan celepuk reban menjadi penyemangat dia hari itu.

Suasana kampus terlihat lengang hari itu. Mungkin karena sudah masuk musim libur. Hanya ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sepertinya sedang ada kegiatan luar kuliah. Tidak sulit menemukan lokasi dimana celepuk reban itu berada dengan panduan mas ndog.

two juvenile with adult

2 Juvenile (anak) & Adult (dewasa)

Saya masih butuh waktu beberapa detik untuk bisa menemukan posisi celepuk reban yang dimaksud oleh mas ndog. Burung dengan sebutan Guwek itu memang pandai ngumpet diantara dedaunan. Sungguh kemampuan untuk melindungi diri dari predator di siang hari.

Celepuk reban merupakan jenis burung hantu dengan ukuran 20 – 22 centimeter dari ujung kepala sampai ujung ekor terluar. Sama seperti burung hantu pada umumnya, celepuk reban berwarna cokla dengan bintik – bintik atau burik. Sisi tubuh bagian atas (dorsal) coklat kehitaman atau keabu-abuan berbintik-bintik hitam, kuning dan putih, sisi bawah (ventral) kuning tua kecoklatan bercoret-coret hitam. Jumbai telinga menonjol terlihat seperti tanduk, keputihan; dengan tengkuk dan kerah kuning abu-abu pucat. Iris mata berwarna coklat gelap atau kekuningan, paruh kuning, dan kaki kuning kotor.

two juvenile

2 juvenile (anak)

Dua anak celepuk reban diatas ini merupakan bukti bahwa kawasan kampus UNY dan sekitarnya masih lumayan baik sehingga burung-burung masih dapat berkembang biak. Jika dilihat dari bulu-bulu yang masih terlihat sangat halus itu saya perkirakan kedua anak celepuk reban yang saya foto merupakan hasil hubungan pasangan celepuk di uny. Selain itu, dari data yang dihasilkan dari pendataan burung kampus yang dilakukan oleh KPB Bionic sejak tahun 2010 ditemukan sekitar 60 jenis burung yang beraktivitas baik mencari makan, berbiak maupun yang hanya singgah di UNY.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s