Merapi, Nggak pernah bosan

Merapi 25/01/14: Sabtu pagi sebenarnya cuaca sudah terlihat agak teduh di sekitar Ring Road utara. Karena sudah niat dari malem ya harus berangkat. Target blusukan merapi kali ini adalah burung – burung sikatan migran. Tahun lalu ada catatan Sikatan Biru Muda (Cyornis unicolor), kalau ndak salah itu burung di foto sama Kukuh. Kalau gak salah lho,.

Rekaman suara burung dengan nama inggris Pale Blue Flycatcher ini sudah saya siapkan jauh – jauh hari. Berharap bisa ketemu dengan si doi yang jauh – jauh datang ke Merapi untuk berlibur dan mencari penghidupan. Begitu sampai di TPR Tlogo Nirmolo, Kaliurang kok udara tidak seperti biasa. Hari ini  terasa lebih dingin dan kelembutan angin itu sampai terasa di wajah yang artinya angin cukup kencang. Alhasil burung sepi. Hanya nampak Cabai Gunung dan Srigunting Kelabu. Tapi itu tidak menyurutkan niat untuk menemui si pelancong.

Blood-breasted Flowerpecker (Dicaeum sanguinolentum), Male

Blood-breasted Flowerpecker (Dicaeum sanguinolentum), Male

Begitu sampai di atas, saya coba memancing sikatan biru muda itu dengan suara rekaman yang ada di HP saya. Ndak butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan respon dari si pemilik suara meski jauh. Lama burungnya ndak mau mendekat jadi saya yang berjalan mendekat. Suara itu semakin dekat dan semakin nyaring. Antara senang dan kesal karena si doi masih saja malu – malu untuk keluar. Cukup lama nungguin suara yang saling sahut itu bunyi tapi tetap saja gak ada wujudnya.

Ketika tiba – tiba ada burung muncul pada saat suara rekaman itu tidak lagi di bunyikan. Ketika saya hendak beranjak meninggalkan lokasi. Tanpa pikir panjang langsung saja lakukan tindakan Penanganan Pertama Pada Perumpaan dengan si burung target. Trrrttttttttt,.. Suara khas continous kamera poket klas amatiran. Lumayan dapet dokumentasinya meskipun tak se clingsari yang diharapkan. Target terpenuhi!!…

My target, Pale-blue Flycatcher

My target, Pale-blue Flycatcher

Nah, ini list burung yang saya temui dalam pencarian si biru muda:

  1. Srigunting Kelabu/Ashy Drongo
  2. Ciungbatu Kecil Sunda/Sunda Whistling Thrush
  3. Kacamata Biasa/Oriental White Eye
  4. Cabai Gunung/Blood-breasted Flowerpecker
  5. Sikatan Belang/Little Pied Flycatcher
  6. Sikatan-biru Muda /Pale-blue Flycatcher
  7. Opior Jawa/Grey-throated White-eye
  8. Cucak Kutilang /Shoty Headed Bulbul
  9.  Uncal
  10.  Elang Jawa/Javan Hawk Eagle
  11. Elangular Bido/Crested Serpent Eagle
  12. Walik Kepala Ungu/Pink-headed Fruitdove
  13. Jingjing Batu/White-winged Flycatchershrike

Merapi tak hanya burung

Merapi tak hanya burungnya yang menarik. Kawasan lereng selatan memang menyajikan banyak keindahan karunia Tuhan. Banyak anggrek liar yang bisa kita temukan pada saat mereka berbunga. Di musim penghujan kali ini belum begitu banyak yang berbunga. Hanya beberapa yang memang sangat umum dan sepertinya jenis yang berbunga itu merupakan jenis – jenis yang bisa berbunga sepanjang tahun. Dari blusukan weekend ini hanya nemu dua jenis yang sudah mekrok,.

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830.

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830.

Appendicula angustifolia Blume 1825

Appendicula angustifolia Blume 1825

Apakah njenengan akan merasa bosan dengan Merapi? saya tidak,.

Capung dan Keindahan Tuhan

Kinjeng, begitu nama bagi orang jawa. Entah kapan awal mulanya saya mulai menyukai memotret makhluk kecil nan cantik ini. Pokoknya semenjak kenal yang namanya Website Foto Biodiversitas Indonesia (www.fobi.web.id) kesukaan baru itu mulai muncul. Kalau mau berkilas balik jaman kecil dulu capung atau kinjeng ini saya dan kawan-kawan sepermainan sering menangkap dan mengumpulkan capung – capung itu dalam plastik bekas bungkus makanan.

Di waktu sore sambil nginthili kawan yang menggembalakan kambingnya, kami sering iseng nangkepin capung yang kemudian kami adu. Capung siapa yang menang dia akan di gendong sambil jalan berputar mengelilingi patok kayu yang kami buat bersama – sama.  Bagi kami itu adalah permainan yang menyenangkan sambil menghabiskan waktu menunggu kambing – kambing kawanku yang merumput.  Continue reading

Dibuang Sayang

Kalau yang cantik dibuang itu ya sayang lah. Jangankan dibuang, dibiarin begitu saja juga sayang. Dia, bahkan mereka semua bukan target saya sampai saya harus ke Thailand. Tapi keindahan dan kecantikan tubuhnya itu sayang untk dilewatkan begitu saja. Kupu-kupu indentik dengan kecantikan. Warna dan corak yang begitu indah membuat jenis ini mendapat hati dari sebagian besar penghuni bumi ini.

Si Cantik yang tentunya punya peran penting kenapa mereka di ciptakan. Tentunya Gusti Ingkang Maha Agung, Gusti Allah, menghadirkan mereka ke dunia ini, di antara manusia-manusia seperti kita ini tentunya ada manfaatnya. Salah satunya untuk saya Foto,.. hehehe,.. Bukan, banyak sekali yang kita sendiri harus banyak mempelajarinya.  Continue reading

Radar Hill, Hari ke 16 (Enambelas) Peningkatan Mulai Terlihat

Radar Hill (25/09/2011); Ternyata saya sudah 16(enambelas) hari di Radar Hill, Provinsi Prachuap Khiri Kan, Thailand. Menjalani rutinitas harian berangkat pagi dan pulang sore sudah selayaknya orang kerja kantoran. Pengamatan mulai jam  delapan pagi dan selesai jam lima sore.

Elang-alap Jepang(Accipiter gularis) Jantan/ Radar Hill, 24 September 2011

Di hari ke enambelas ini perkembangan aktifitas migrasi burung pemangsa”raptor” atau elang dari utara ke selatan mulai terasa peningkatanya. Di awali dengan angka puluhan pada hari-hari pertama, sekarang sudah ratusan. Flocking “gerombolan” Elang-alap Cina Accipiter soloensis pun sudah mulai Nampak mengalami peningkatan antara 40-60 individu dalam satu kelompok. Continue reading

Kompas: Menyibak Daya Tahan Merak

Artikel sesuai dengan yang aslinya. Sumber:Kompas.com

Merak Hijau/Photo: Lucky.P(Kompas)

“Saya justru mencari tahu mengapa merak jawa hijau masih ada,” kata Jarwadi B Hernowo, peneliti dan dosen Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Jarwadi menyampaikan hasil penelitiannya ini pada Simposium Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi, 19-23 Juli 2010.

Merak jawa hijau (Pavo muticus muticus) salah satu jenis burung paling diburu yang kini nyaris punah. Di tengah kerusakan serta menciutnya hutan yang menggerus ruang-ruang hidup bagi aneka satwa burung itulah Jarwadi berusaha menyibak rahasia daya tahan salah satu spesies merak ini di pulau terpadat Indonesia, yaitu Jawa.
Continue reading