Trisik 121013 – Ruddy Turnstone

Trisik 121013, jenis ini merupakan target saya di Trisik untuk musim kali ini. Merupakan burung pantai pertama yang mampu menyedot perhatian saya ketika saya berada di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon 2010 lalu. Alhamdulillah musim ini saya bisa dapetin ini di Delta Trisik, Kulon Progo, Yogyakarta. Kunjungan pertama saya pada saat MoBuPi (Monitoring Burung Pantai Indonesia) 08 September lalu. Oia, nama indonesianya adalah Trinil Pembalik Batu dengan nama Ilmiah Arenaria interpres. Dan berikut inilah foto-foto dari si tukang batu,.

IMG_4325

Foto individu dewasa di atas ini awalnya saya pikir sedang membalik-balikkan batu, ternyata sedang membalikkan Kepiting.

Trinil Pembalik Batu-Trisik-aap-1

Non breeding plumage atau bulu tidak berbiak. Dan kebetulan saya belum pernah nemu yang masih ada sisa bulu berbiaknya.

Trinil Pembalik Batu-Trisik-aap-4

Meskipun harus merayap, mengendap-endap pun rela saya lakonin yang penting bisa dapet gambar sedekat mungkin. Maklum, pemakai kamera prosumer harus pintar-pintar putar otak biar bisa dapet gambar yang tidak jelek.

Trinil Pembalik Batu-Trisik-aap-3

Kalau tebakan saya foto di atas ini masih individu juvenile. Saya memang tidak punya pengalaman banyak mengenai burung – burung pantai. Baru beberapa tahun ini mulai belajar dan mengoleksi buku panduan dan referensi yang ada.

Trinil Pembalik Batu-Trisik-aap-2

Visit Masa Kambing; Cacatua sulphurea abbotti

Kakatua-kecil jambul-kuning tersebar mulai dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Nusa Penida dan Kep. Masalembu. Berdasarkan penyebarannya, jenis ini dikelompokkan ke dalam empat anak jenis (sub spesies) yaitu, Cacatua sulphurea sulphurea, Cacatua sulphurea parvula, Cacatua sulphurea citrinocristata dan Cacatua sulphurea abbotti. Nah, kita di Jawa  punya  yang ras abbotti. Keberadaannya hanya ada di Pulau Masa Kambing, Kepulauan Masalembu.  Continue reading

Chumpon – Common Myna

Beda Indonesia, beda pula di Thailand. Burung ini saya foto dari Jendela Hotel di Propinsi Chumpon 21 Oktober 2012. Pagi-pagi waktu sedang bersiap – siap untuk pergi sarapan di Restaurant tiba-tiba da suara burung yang begitu riuh disamping kamar. Dan ternyata dua jalak ini, namanya Common Myna (Acridotheres tristis)

Kalau di Indonesia pasti sudah ada di Kurungan/Kandang burung di rumaha atau Pasar. Di Thailand Jenis ini sangat mudah sekali ditemukan karena memang hidup berdampingan bersama masyarakat.

Mereka nangkring di samping jendela hotel

Mereka nangkring di samping jendela hotel

Sepasang burung itu mondar – mandir dari pohon ke plafon samping kamar hotel. Menarik juga mengingat hal tersebut tidak bisa saya temukan di Indonesia.

Close-up

Close-up

Common Myna-1