Cibeureum 27.3.2014 – Chinese Goshawk

Temuan Elangalap Cina (Accipiter soloensis) di Hutan Wisata Cibeureum, Resort Cilimus Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan temuan kedua setelah Elangalap Jepang/Japanese Sparrowhawk yang melakukan roosting di kawasan tersebut. Saya mungkin menjadi orang yang beruntung karena bisa menemukan para pengembara ini lepas landas dari rest area mereka sebelum melanjutkan penerbangan mereka. Gimana gak beruntung, pagi – pagi sedang enak ngopi tiba-tiba ada panggilan dari Ian Irawan “Mardiana” yang lebih dulu melihat  tiga individu elangalap cina dengan nama inggris Chinese Goshawk itu. ” Elangalap mas di pohon pinus!”. Kata si Ian. “Mana?!”. dengan sigap saya langsung ambil kamera dan binokuler. Informasi itu memang benar adanya,. Oke, di bawah ini dua individu jantan dan betina.

Chinese Goshawk, Male.

Chinese Goshawk, Male.

Chinese Goshawk, Female.

Chinese Goshawk, Female.

pengamatan raptor migran di puncak, sabtu 25 oktober

Hari sabtu kemarin(25/10/08) saya dengan teman saya pergi ke Puncak, Bogor, Jawa Barat. Maksud saya dan teman saya kesana tak lain tak bukan adalah untuk pengamatan migrasi burung elang yang terjadi setiap tahun. Fenomena alam yang sangat langka ini terjadi sekitar bulan oktober-november. Disana kita akan melihat ratusan burung elang terbang berputar-putar secara bersamaan. Bahkan dalam sehari bisa mencapai ribuan ekor. Hal ini terjadi karena insting dari Elang-elang tersebut ketika di negara asalnya yaitu di benua bagian utara datang musim dingin mereka akan terbang ke negara tropis di bagian benua selatan.
Sungguh kebesaran tuhan dalam menciptakan umatnya.
Kami berangkat dari kosan pukul enam pagi dengan harapan tidak terjebak macet karena biasanya jalur puncak ketika hari sabtu akan terjadi kemacetan yang lumayan parah. Selain itu kami juga berharap bisa melihat elang dalam jumlah banyak pada pagi hari. Kami tiba dipuncak sekitar jam setengah delapan dan ternyata masih sepi dan elang yang melakukan migrasi juga belum terlihat sama sekali. Di tempat itu sudah ada yang datang lebih awal dari kami. Mereka dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Yang mereka lakukan juga sama dengan apa yang kami lakukan di tempat itu.
Tidak lama kami berada disitu beberapa teman yang lain juga berdatangan. Selain sebagai tempat pengamatan, tempat itu juga sebagai tempat silaturahmi atau temu kangen teman lama yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
Sekitar pukul sembilan elangnya mulai terlihat tapi masih belum banyak. Kelompok elang pertama yang terlihat ada 7 ekor. Waktu beranjak siang tapi si elangnya masih belum banyak juga. Memang, hari itu cuaca memang terlihat kurang bagus. Cuaca mulai terlihat mendung bahkan pas siang hari gerimis juga. Kami sesama pengamat masih menunggu sampai benar- benar ada jumlah yang banyak untuk si elanmg yang bermigrasi.
Hari semakin sore dan elang tidak juga muncul. Dari pagi kami pengamatan jumlah kelompok yang paling banyak hanya berjumlah 15 ekor dan habis itu tidak ada lagi sampai kami semua pulang.