Baluran – Tetrathemis irregularis Brauer, 1868

Capung – capung baluran ada beberapa yang masuk kedalam memory kamera saya. Ini hasil sewaktu mengikuti Event Baluran Birding Comeptition 2013 atau BBC yang terakhir (katanya ini yang terakhir). Tapi hari itu kegiatan lomba pengamatan burung menjadi pengamatan capung di Sungai Bajulmati. Jenis ini salah satu dari beberapa jenis yang berhasil saya foto dengan Prosumer andalan saya.

Tetrathemis erregularis-Baluran-aap-2 Tetrathemis erregularis-Baluran-aap-1

Yogyakarta – Capungsambar senja [ Tholymis tillarga ]

Capung berikutnya adalah Capungsambar senja. Kenapa dikasih nama Capungsambar senja? Jawabannya adalah karena jenis ini merupakan capung yang sangat aktif terbang pada sore hari menjelang petang. Siang hari mereka gunakan untuk istirahat. Berteduh di bawah daun pepohonan yang ada di sekitar kolam air yang menjadi habitat mereka.

Atas jasa saudara Joko Setiyono alias Akbar Zaka alias Jack alias Joko (koyo teroris akeh aliase),. Sepulang kami dari Wonosadi cek Elang Brontok yang dilepasliarkan tanggal 3 Oktober lalu. Penasaran dengan Capungtombak loreng [Ictinogomphus decoratus] dibawanya saya ke kolam dekat markas Biolaska yang katanya banyak jenis capung itu meskipun hasilnya nihil. Tapi tak jadi masalah toh dapet dua jenis baru salah satunya jenis ini dan satu lagi Rhodothemis rufa .

Jantan

Jantan

Betina

Betina

 

Ada Capung di Rumahku

Sebenarnya seberapa besar kah kita peka terhadap hal- hal kecil yang ada di sekitar kita? Apakah kita benar – benar peduli dengan yang ada di lingkungan kita? Mungkin kita selalu memandang hal – hal besar diluaran sana yang jauh dari pandang. Kadang kita lupa bahwa banyak hal kecil yang sepele dan kita sering menyepelekan hal itu.

Selama satu bulan lebih selama bulan Ramadhan saya tinggal dirumah dan benar – benar menghabiskan waktu puasa saya di rumah. Satu hari sampai satu minggu mungkin akan biasa saja tapi hal yang biasa saja itu tak akan bertahan lama. Rasa bosan mulai datang, mati ide dan gaya. Kenapa gak keluar bawa kamera dan cari object yang bisa di foto? Saya lupa bahwa rasa penasaran saya pada sesosok misterius yang selalu berterbangan dekat kandang sapi Bapak saya pas waktu Maghrib. Ya, saya sangat penasaran dengan capung misterius yang saya yakini dari keluarga capung besar. Rasa penasaran itu yang mengajak saya membawa kamera andalan saya Canon SX40HS menuju kebun belakang rumah dengan beberapa pohon bambu yang mulai rindang. Tidak butuh waktu yang lama untuk menemukan sosok misterius yang bikin penasaran. Satu ekor Capung dengan abdomen panjang dan mata majemuk yang lumayan besar. Alhasil si Gynacantha subinerupta sedang tidur siang di batang pohon Angsana (mbuh bener mbuh ora),. Si gyna kadang terbang dan pindah ketika merasa terganggu.

Gynacantha subinterrupta, capung misterius yang aktif diwaktu petang.

Gynacantha subinterrupta, capung misterius yang aktif diwaktu petang.

Kinjeng, sebutan untuk capung – capung di sekitar rumahku untuk jenis – jenis capung ukuran sedang seperti Capungsambar Biru, Neurothemis sp, Itik untuk jenis – jenis dari keluarga Zygoptera dan Kemalau untuk jenis capung besar seperti Paragmphus, Ictinogomphus, dll,.

Capungjarum centil (Agriocnemis femina) menjadi catatan pertamaku terhitung bulan Ramadhan yang lalu. Mungkin lebih tepatnya catatan yang terlewat, karena dulunya gak pernah peduli dan mencoba mencarinya. Lumayan banyak individunya dari yang remaja sampai yang dewasa.

Jenis lain yang juga tak kalah menarik dari ragam capung yang ada di sekitar rumahku adalah jenis Neurothemis terminata.

Untuk temuan Neurothemis terminata – 1, dirumah itu buanyak, akeh.

Kemudian Capungsambar garishitam (Crocothemis servilia) saya temukan di aliran sungai serayu. Bulan Ramadhan kemarin hanya beberapa individu saja baik jantan maupun betina. Ini menarik karena saya selalu menjumpai jenis sambar garis hitam ini diwaktu kemarau saja. 

Kemudian yang paling umum baget, nget, nget, mainan saya dulu waktu kecil adalah Capungsambar Hijau (Ortrethum sabina). Jenis ini sakbajek akehe dan sangat mudah, termasuk Capungsambar perutpipih (Pontamarcha congener) yang banyak bertengger di kabel – kabel maupun tali jemuran. 

Capungsambar Hijau

Capungsambar Hijau

Yang belum sempat dapet fotonya adalah Capungpancing Jawa (Paragomphus reinwardtii) dan jenis capung yang punya nama Kinjeng Kebo dikampungku itu hanya ketemu sekali. Itu pun pas lihat si kebo langsung terbang nyari posisi yang lebih tinggi.

Capungsambar perutpipih, penunggu kabel-kabel listrik

Capungsambar perutpipih, penunggu kabel-kabel listrik