Walik Kembang dari Kebun Raya Bogor

Burungnya cantik dengan warna hijau yang mengkilap. Untuk pejantan terlihat warna hitam pada tengkuknya yang mirip mouhak anak punk. Ciri itulah yang bisa kita gunakan sebagai pembanding antara jantan dan Betina. Kebun Raya Bogor merupakan tempat alternative di kota Bogor bagi kawan-kawan yang gandrung nginceng manuk. Selain aksesnya yang mudah burungnya juga banyak. Pada musim – musim terntentu kita bisa melihat jenis – jenis migran yang menggunakan KRB sebagai Wintering Area mereka. Salah satunya Sikatan Bubik (Muscicapa dauurica)

 

===============================================================

Black-naped Fruit Dove orang londo menyebutnya. Warna hitam di tengkuknya itulah makanya burung ini dibilang Black Naped. Warna lain yang mecolok adalah pada tenggorokan atau kerongkonganya kuning kontras dengan warna yang lain. Begitu juga pada penutup ekor dalam yang kuning merah, Apik yo,..

==================================================================

Apik, cantik memang. Tapi kadang susah untuk nemuinya. Warna bulu yang mirip dengan daun-daun itu yang menyempurnakan kamuflase mereka. Untungnya pas dapet foto ini sedang musim buah jadi burungnya terkonsentrasi di beberapa titik. Yuk ke Kebun Raya Bogor, sepertinya Kowak Malam Abu (Nycticorax nycticorax) sudah mulai bersarang.

Lagi, Ngamatin Burung Di Kebun Raya Bogor

Sepertinya saya sudah lupa kapan terakhir pengamatan burung di Kebun Raya Bogor. Kalau saya tidak salah ingat terakhir saya masuk ke Kebun Raya Bogor pengamatan dan mendokumentasikan beberapa jenis burung disana sudah satu tahun yang lalu ketika mau ada evaluasi mengenai kegiatan pelatihan dan seminar migrasi raptor tahun lalu. Kalau pengamatan burung sebenarnya beberapa bulan lalu dalam satu bulan sih sudah beberapa kali, tapi di Jogja, bukan di Bogor. Dulu, biasanya bersama beberapa kawan yang ada di Bogor kami sering melakukan pengamatan burung di Kebun Raya yang bukan hanya jadi kebanggaan warga Bogor tapi juga Warga jakarta dan sekitarnya karena di saat akhir pekan selalu banyak pengunjung yang datang dari luar Bogor.

Semalam (21/01/12) tiba-tiba ada rasa kangen pengen pengamatan di KRB sekalian hunting foto disana. Rasan-rasan (ngomong – ngomong) sama kawan akhirnya ada yang mau satu orang. Malamnya nyari tambahan orang lagi dan ada yang mau satu kawan yang juga seneng ngamatin burung. Hmmm,.. Di saat pikiran sedang tidak nyaman dengan keadaan yang bikin sumpek ngamatn burung ternyata bisa jadi solusi terapi yang bagus,.. i love it,..

Berangkat menggunakan Sepeda Motor dengan satu Helm bikin jantung mpot-mpotan mengingat pak Polisinya tidak bisa melihat Plat Nomor luar bogor. Ada salah sedikit pasti langsung di suruh minggir,. maaf ya pak pulisi,. hehehe,.. Untungnya ada pengendara yang sama, yang di belakang tidak menggunakan Helm, itu cukup jadi modal keberanian saya dan Udin,. hoho,.. di bogor helm bukan untun keamanan berkendara melainkan buat aman dari polisi,.. hehehe,..  Continue reading

Kompas: Burung di Kebun Raya Tinggal 50 Jenis

Laporan wartawan KOMPAS Ratih P Sudarsono

Sabtu, 24 Juli 2010

Dok: Burung Indonesia

BOGOR, KOMPAS.com – Burung-burung yang ada di Kebun Raya Bogor saat ini dipekirakan tinggal 50 jenis. Padalah pada tahun 2006, jenin burung di situ masih mencapai 90 jenis. Berkurangnya jenis burung tersebut diduga makin berkurangnya lahan terbuka hijau yang ada di Kota Bogor, yang sebelumnya berfungsi sebagai buper bagi Kebun Raya Bogor.

Hal tersebut diungkap Kepala Pengembangan Komunikasi dan Bisnis Burung Indonesia, Henny M Sembiring, di sela acara Hunting Foto Burung di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Sabtu (24/7/2010) siang. Continue reading

Kebun Raya Bogor Habitat Burung di Tengah Kota 1000 Angkot

library.thinkquest.org

Kebun Raya Bogor sudah sejak lama menjadi tempat wisata alternative bagi masyakat Bogor dan Sekitarnya. Bahkan kalau dilihat dari sekian banyaknya pengunjung yang datang setiap akhir pekan bisa dibilang lebih banyak pengunjung dari luar Bogor.

Ide terbentuknya Kebun Raya Bogor yang bisa kita nikmati saat ini tidak lain dan tidak bukan adalah ide dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raflles pada tahun 1800-an yang pada saat itu menempati Istana Bogor. Continue reading

Cerita Jalanan

Selalu saja ada yang menarik ketika kita perhatikan yang ada di sekeliling kita. Salah satunya adalah yang ada di jalanan. Jum’at(02/04) untuk membuang kejenuhan di kosan aku keluyuran di bogor.

Sendirian.

Awalnya sih ndak sendirian. Ada teman yang lain juga. Tapi berhubung yang lain mau jalan survey Elang Jawa Spizaetus bartelsi di gunung salak ya aku akhirnya sendirian.

Sepulang dari shalat Jum’at aku kembali ke Komplek Gedung PHKA Bogor untuk mengambil tas dan Laptop yang aku bawa. Tujuanya adalah ke Toko buku untuk sekedar ngadem dan baca buku. Kebetulan udara siang itu lumayan membuat keringat ngucur. Ada dua pilihan untuk menuju toko buku yang ada di Boqer(sebutan Botaniqal Square) yaitu naik angkot apa jalan kaki?. Kebetulan lokasinya dari PHKA tidak jauh. Kalau naik angkot resikonya harus ngeluarin duit buat bayar ongkos, jalan kaki tidak keluar ongkos. Tapi kalau jalan kaki lumayan berkeringat juga. Akhirnya pilihan kedua lah yang ku ambil.

Continue reading

Menjadi Bird Tour Guide Setengah Hari

Entah tanggal berapa sudah lupa waku ada Pesan masuk di Inbox akun facebookku yang menanyakan tentang Birdwatching di Bogor, Gunun Gede dan Halimun. Intinya adalah ada orang yang ingin pengamatan burung dan minta di antar. Awalnya dih gak tau kalau yang mau pengamatan burung bukan orang indonesia karena yang mengirim pesan itu adalah orang indonesia yang disuruh temannya untuk menayakan hal tersebut. Obrolan mulai tempat-tempat strategis tapi banyak burung sampai dengan Paket Birdwatching plus dengan harganya. Wow,.. ini akan menghasilkan uan nih! Lumayan buat nambah-nambahin ongkos buat ke Pontianak.

Continue reading