Wonosadi: Oriental Honey-Buzzard

Musim migrasi telah datang. Di Sumatra ratusan Sikepmadu Asia (Pernis ptilorhynchus) ras orientalis sudah melintas di langit Kepulauan Riau. Begitu pula di Paralayang, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Setelah pantauan di sumatra dan bogor, wilayah Jogja pun mulai kedatangan tamu mancanegara itu.

Foto ini merupakan dokumentasi pertama untuk musim migrasi kali ini di Hutan Adat Wonosadi, Dusun Duren, Desa Beji, Ngawen, Gunung Kidul.

30 September 2013 = 3 Individu [ 2 jantan dewasa + 1 Juvenile]

03 Oktober 2013 = 3 Individu [dewasa]

04 Oktober 2013 = 4 Individu [ 3 dewasa + 1 Juvenile]

Adult Male, Ruffous Morph [03/10/13]

Adult Male, Ruffous Morph [03/10/13]

Untuk wilayah jogja hutan wonosadi merupakan  lokasi baru untuk pengamatan raptor migran. Untuk data awal jadi informasi yang cukup bagus.

Female, Dark Morph/ Wonosadi [03/10/13]

Female, Dark Morph/ Wonosadi [03/10/13]

Awalnya saya kira yang dark morph ini Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dark morph mengingat di lokasi tersebut merupakan teretori pasangan brontok hitam itu. Tapi setelah cek foto ternyata Sikepmadu Asia. Senangnya,.. 😀

Soaring/Wonosadi [04/10/13]

Soaring/Wonosadi [04/10/13]

Meskipun menggunakan kamera prosumer mencoba untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

adult male, pale morph/Wonosadi [04/10/13]

adult male, pale morph/Wonosadi [04/10/13]

Baza Hitam

Nama Indonesia  : Baza Hitam ¦ Nama Ilmiah  :  Aviceda leuphotes(Dumont,1820) ¦ English    : Black Baza

Deskripsi

Berukuran kecil 32 cm, mudah dikenali, berwarna hitam dan putih. Jambul hitam panjang dan sering terangkat naik. Sebagian besar bulu hitam, dengan garis lebar putih di pada dada, sayap berbercak putih, dan perut bergaris pita gelap. Pada waktu terbang, sayap yang pendek membulat berpola garis-garis hitam dan bulu sekunder abu-abu (kontras dengan bulu primer yang pucat berujung hitam).

Kepakan sayap seperti gagak, saat meluncur sayap terlihat datar.

Iris coklat gelap, paruh berwarna tanduk dengan sera abu-abu, kaki abu-abu gelap.

Continue reading

7th ARRCN Symposium on Asian Raptors

Foto-Foto kegiatan 7th ARRCN Symposium on Asian Raptors yang telah di laksanakan pada tanggal 12 – 16 Januari 2012 di Grace Hill, Incheon dan Hantan River Hotel and Spa. 14 Anggota dari indonesia berkesempatan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Foto oleh: Heri Tarmizi – Raptor Indonesia Representative Riau

Elang Kelabu, Pengembara Yang Jarang di Ketahui

Butastur indicus

Namanya Elang Kelabu dengan nama Ilmiah Butastur indicus. Jenis ini masih saudaranya Elang Sayap Coklat yang memiliki nama ilmiah Butastur liventer. Kedua jenis ini sama-sama susah di temukan di Indonesia. Memang, secara status sebaran jenis ini di indonesia hanyalah sebagai pengembara atau jenis burung yang melakukan migrasi pada musim dingin.

Burung Elang ini berukuran sedang sekitar 45 cm Berwarna kecoklatan dengan dagu putih yang mencolok, disertai garis hitam di tengah kerongkongan dan kumis hitam. Bagian sisi kepala kehitaman, dimana bagian atasnya bercoret dan bergaris kehitaman. Dada coklat bercoret hitam, sedangkan tubuh bagian bawah lain bergaris-garis coklat kemerahan. Terdapat garis tebal dan lebar pada ekor. Iris mata tidak ada perbedaan pada individu Jantan maupun betina. Artinya, agak sulit untuk membedakan jenis kelamin pada jenis burung ini.Perlu pengalaman yang cukup untuk bisa membedakan mana jantan dan mana yang betina. Continue reading

BAZA HITAM (Aviceda leuphotes)

by; Laurence Poh

BAZA HITAM Aviceda leuphotes(Dumont,1820)

Berukuran kecil 32 cm, mudah dikenali, berwarna hitam dan putih. Jambul hitam panjang dan sering terangkat naik. Sebagian besar bulu hitam, dengan garis lebar putih di pada dada, sayap berbercak putih, dan perut bergaris pita gelap. Pada waktu terbang, sayap yang pendek membulat berpola garis-garis hitam dan bulu sekunder abu-abu (kontras dengan bulu primer yang pucat berujung hitam). Continue reading

Sikep Madu Asia(Pernis ptilorhynchus)

Sikep Madu Asia Pernis ptilorhynchus, Temminck, 1821.
Nama Lain: Alap-alap Madu, Sikep madu

Ras torquatus di Jawa/By Dimar UI

Berukuran sedang 50 cm, Warna sangat bervariasi dalam bentuk, terang, normal, dari dua ras yang berbeda. Masing-masing ,meniru elang yang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis pada ekor yang tidak teratur. Semua bentuk memiliki tenggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam, sering dengan garis hitam mesial. Ciri khas ketika terbang kepala relatif kecil menyempit, leher agak panjang, sayap panjang menyempit, ekor berpola. Pada saat soaring ekor cenderung mengembang.
Iris jingga, paruh abu-abu, beberapa perjumpaan memiliki sera kuning, bulu berbentuk sisik(terlihat dalam jarak dekat).  Continue reading