Ada burung di 0 KM Yogyakarta

Rutinitas saya ke Jogja setiap satu bulan sekali seperti sudah kembali kerumah kedua saya. 0 KM adalah lokasi yang pasti saya lewati ketika saya berada di Jogja. KM 0 selain ada Bank Indonesia, Benteng Vredeburgh, Kantor Pos Indonesia, ada juga burung – burung yang memenuhi langit KM 0 antara bulan Oktober – November. Mengapa demikian? karena KM 0 merupakan lokasi persinggahan beberapa jenis burungĀ  yang sedang melakukan Migrasi. Namun demikian, selain burung migran dilokasi tersebut juga ada burung-burung yang sangat umum disekitar kita.

1. Jalak Cina (Sturnus sturninus); merupakan burung pendatang/migran yang datang setiap tahun ke KM 0 untuk menumpang istirahat di pohon – pohon Ficus ssp yang ada di pekarangan Istana Negara.

Jumlahnya tidak sedikit. Ribuan bahkan puluhan ribu burung jalak cina yang memanfaatkan pohon – pohon Ficus ssp di 0 KM

Continue reading

berwisata memburu maleo yang anggun

Tadi iseng buka-buka situs webnya Green Radio dan nemu artikel yang menurut saya menarik,.. lebih jelasnya ada di bawah

sumber: http://www.greenradio.fm/index.php/traveling/eco-tourism/1773-burung-maleo-dan-kelelawar-raksasa-di-bogani-nani-wartabone

Maleo burung endemik sulawesi

Maleo yang endemik sulawesi

Kotamobagu yang merupakan ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan persinggahan yang bagus bagi wisatawan yang melakukan perjalanan antara Manado dan Gorontalo, dan juga pintu gerbang ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Taman Nasional ini sebelumnya dikenal dengan nama Dumoga Bone. Letaknya di bagian barat Kotamubagu, sekitar 50 km ke arah barat dengan luas 193.600 hektar.

Obyek wisata petulalangan ini tempat bagi para pelancong untuk mengenal fauna endemik yang menghuni taman nasional ini seperti anoa, burung taon, kuskus, babi rusa dan burung maleo, kera berkepala hitam, kelelawar raksasa pemakan buah, burung enggang, dan tarsier. Hewan terakhir ini merupakan binatang malam dari jenis tarsius dengan panjang badan hanya 12 cm yang hanya ditemukan di hutan Indonesia dan Philipina.

Continue reading