Elang Ikan Kecil

Elang Ikan Kecil di Way Rilau/ April 2011

Nama Latin : Ichthyophaga humilis (S. Müller & Schlegel, 1841) >> Nama Inggris : Lesser Fish Eagle

Burung Elang yang masuk dalam kelompok elang pemakan ikan ini masih satu kerabat dengan Elang Ikan Kepala Kelabu Ichthyopaga icthyaetus. Jenis elang ikan yang lebih sering dijumpai dipinggiran hutan yang kondisi sungainya masih bagus ini masuk dalam Ordo Falconiformes, Familly Accipitridae, Genus Icthyophaga. Elang yang dalam bahasa Indonesia bernama Elang Ikan Kecil ini di Publikasi pertama oleh Salomon Muller dan Hermann Schlegel pada tahun 1841.

Burung ini berukuran sedang sekitar 60 cm memiliki bulu dengan warna kecoklatan. Warna abu-abu terlihat dari kepala, leher dan dada serta warna bagian perut putih. Dibandingkan Elang-ikan Kepala-kelabu jenis ini memiliki ukuran lebih kecil dan ekor gelap. Untuk individu remaja memiliki warna coklat lebih pucat dan tubuh bagian bawah kuning tua polos. Bagian warna iris atau lingkar mata kuning atau coklat dengan warna paruh abu-abu gelap. Kaki abu-abu. Continue reading

Morning Call dan Tarian dari Hutan Way Rilau

Sudah bukan rahasia lagi kala di dalam hutan yang ada hanya suara-suara penghuni hutan. Mulai dari suara burung, belalang dan sudah pasti tidak akan kita dengar suara kendaraan bermotor yang biasa kita dengar begitu kita terbangun dari tidur kita di pagi hari.

Bersama

Menjadi bagian dalam sebuah tim yang bekerja untuk memonitor keberlangsungan kelompokBeruk(Macaca nemestrina) pasca dilepaskanya mereka ke habitatnya yang mengantarkan saya berada ke hutan Way Rilau di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Tujuh belas hari tinggall di dalam hutan seperti menjadi obat untuk me-refresh diri yang setiap hari dihadapkan pada sebuah kepenatan hidup di kota besar. Tujuhbelas hari pula kita di tuntut untuk bisa memanage segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup kita didalam hutan selama kegiatan berlangsung. Continue reading

Oleh-oleh dari hutan Way Rilau, Lampung

Lama rasanya tidak menulis walaupun hanya sekedar tulisan yang tidak ada junturungane.. Ternyata ide untuk menulis itu hilang seketika ketika berada di depan komputer. Apa karena laporan meunggu dan sudah di kejar deadline?..

Tapi untuk beberapa foto, aku mencoba untuk memilah-milah mana yang sekiranya bisa saya bagi dengan teman-teman. Sebenarnya sih, banyak bahan yang bisa dijadikan satu bahkan bisa lebih utuk sebuah artikel. Salah satunya adalah tentang Seriwang Asia yang pada akhirnya saya bisa melihat secara langsung dengan jarak yang tidak jauh karena tanpa menggunakan alat bantu seperti Binokullare pun masih bisa melihat dengan detil. Tapi kok ya cuma mentok sampe disini?..

Continue reading