Sikep Madu Asia di Kepulauan Seribu

Siapa sangka bakalan nemuin Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus) di Pulau Untung Jawa. Selama ini catatan mengenai sikep madu asia di Kepulauan Seribu sendiri sangat minim sekali. Kalau di Jakarta sih iya, bahkan Ragunan dan RTH yang masih tersisa di Jakarta ada yang di jadikan sebagai peristirahatan di malam hari pada Spring Migration.

Tepatnya pada tanggal 18 Mei 2012 pada saat saya dapat kesempatan ikut bergabung bersama kawan – kawan tim survey burung laut di Teluk Jakarta. Pada saat kami bersandar di Pulau Untung Jawa untuk beristirahat dan Shalat Jum’at terlihat satu individu raptor yang terbang ke arah dimana kami berdiri. Tanpa menghilangkan kesempatan saya coba dokumentasikan raptor tersebut yang ternyata adalah Sikep Madu Asia.

Sikep Madu Asia di Pulau Untung Jawa tanggal 18 Mei 2012

Setelah bongkar – bongkar catatan beberapa tahun lalu ternyata ada dalam catatan saya satu individu pada bulan tanggah 4 April 2007 di Pulau Bokor. Kemudian Khaleb Yordan mendokumentasikan dengan sangat sempurna jenis yang sama di Pulau Kotok Besar skitar 43 Km ke arah utara dari pulau untung jawa.

Akhirnya ini menjadi pekerjaan kita untuk mengungkap status Sikep Madu Asia di Kepulauan Seribu apakan resident atau hanya pengunjung musim dingin seperti kebanyakan sikep madu asia pada musim dingin.

Sikep Madu Asia terdokumentasi oleh Khaleb Yordan di Pulau Kotok Besar tanggal 3 Mei 2011

Elang Tikus

Photo: Rifky

Nama Indonesia : Elang Tikus ¦ Nama LatinElanus caeruleus (Desfotaines,1789)

Karakteristik
Berukuran kecil 30 cm. Berwarna putih, abu-abu, dan hitam. Berbercak hitam pada bahu, bulu primer hitam panjang khas. Dewasa; mahkota, punggung, sayap pelindung, dan bagian pangkal ekor abu-abu. Muka, leher, dan bagian bawah putih. Pada waktu mencari mangsa, suka melayang-layang diam sambil mengepak-ngepakan sayap. Remaja; sama dengan dewasa, tetapi bercorak warna coklat.
Iris merah, paruh hitam dengan sera kuning, kaki kuning.

Continue reading

Walik Kembang dari Kebun Raya Bogor

Burungnya cantik dengan warna hijau yang mengkilap. Untuk pejantan terlihat warna hitam pada tengkuknya yang mirip mouhak anak punk. Ciri itulah yang bisa kita gunakan sebagai pembanding antara jantan dan Betina. Kebun Raya Bogor merupakan tempat alternative di kota Bogor bagi kawan-kawan yang gandrung nginceng manuk. Selain aksesnya yang mudah burungnya juga banyak. Pada musim – musim terntentu kita bisa melihat jenis – jenis migran yang menggunakan KRB sebagai Wintering Area mereka. Salah satunya Sikatan Bubik (Muscicapa dauurica)

 

===============================================================

Black-naped Fruit Dove orang londo menyebutnya. Warna hitam di tengkuknya itulah makanya burung ini dibilang Black Naped. Warna lain yang mecolok adalah pada tenggorokan atau kerongkonganya kuning kontras dengan warna yang lain. Begitu juga pada penutup ekor dalam yang kuning merah, Apik yo,..

==================================================================

Apik, cantik memang. Tapi kadang susah untuk nemuinya. Warna bulu yang mirip dengan daun-daun itu yang menyempurnakan kamuflase mereka. Untungnya pas dapet foto ini sedang musim buah jadi burungnya terkonsentrasi di beberapa titik. Yuk ke Kebun Raya Bogor, sepertinya Kowak Malam Abu (Nycticorax nycticorax) sudah mulai bersarang.

Sang Dara dari Sembilang, Banyuasin

Kata orang kalau naik kapal cepat paling enak itu duduknya di belakang atau di tengah karena tidak mungkin terbanting-banting. Cara itu tidak mempan ketika perjalanan saya ke Taman Nasional Sembilang. Kapal cepat yang membawa rombongan kami itu benar-benar menyiksa bagian tubuh saya yang di sebut pantat. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan kapal yang terbuat dari kayu bermesin tempel 500pk itu seperti mobil yang berjalan di antara bebatuan dan polisi tidur.

Perjalanan mulai terasa enak ketika mendekati daerah roosting site burung-burung pantai dan burung air lainya. Saya pindah ke atap kapal supaya bisa mengabadikan jenis-jenis burung yang ada di kawasan itu. Burung Dara Laut (Tern) mulai terlihat. Beberapa mengekor di kapal kami. Mungkin tendangan baling2 kapal itu menggiring udang dan ikan2 kecil naik ke permukaan.  Continue reading

Tanimbar Corella

The Tanimbar Corella, Cacatua goffiniana, also known as Goffin’s Cockatoo or Goffin’s Corella, is a species of cockatoo endemic to forests of Yamdena, Larat and Selaru, all islands in the Tanimbar Islands archipelago in Indonesia.  Tanimbar Corellas are the smallest of the white cockatoos. This species is Near Threatened due to deforestation and bird trade.

CONSERVATIONS

Due to ongoing habitat loss on Tanimbar, limited range and illegal hunting, the Tanimbar Corella is evaluated as Near Threatened on the IUCN Red List of Threatened Species.  The species is listed on Appendix I of CITES.  Continue reading

Berbagi Keceriaan bersama anak-anak Pulau Rupat

Hari itu (11/03/12)  ada yang aneh dan beda di Lokasi Wisata Pantai Pesona, Teluk Rhu, Pulau Rupat. Segerombolan anak muda membawa tas dan beberapa perlatan turun dari mobil dinas kecamatan Rupat Utara. Meraka menuju pantai teluk rhu. Beberapa dari mereka terlihat membentagkan spanduk bergambar elang dan beberapa Tulisan.

Along bocah laki – laki kelas 4 SD terlihat malu – malu untuk mendekat. Rasa penasaran itu yang membuat dia berani mendekat dan melihat – lihat. Bukan hanya Along tapi beberapa anak gadis seumuran dia pun ikut mendekat dan melihat. Bukan hanya melihat tapi ada yang berkomentar ” Elang Ayam ” ketika melihat foto Elang Bondol (Haliastur indus) pada salah satu standing banner yang kami bawa.

Dua kakak adik sedang mengamati spanduk dan banner raptor

Ya, segerombolan anak muda yang saya bilang itu adalah KAMI, anggota RAIN (Raptor Indonesia ) dan simpatisan KSLH Riau sengaja datang ke pantai teluk rhu untuk Monitoring dan Sosialisasi mengenai migrasi raptor di Pulau Rupat yang selama ini tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang bahwa pulau tersebut menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya burung – burung yang bermigrasi ke Sumatera.  Continue reading