ASS-Asman Suka Suka

Icon

The Inspiration of Freedom

Pengamatan Burung di kawasan Suaka Elang Bersama teman-teman SBI-Info

Udara masih terasa dingin saat pengamatan dimulai. Saya tetap dengan Jaket favorit saya yang selalu saya pakai kemanapun saya pergi. Pagi itu(Minggu 5/07/2009) sambil nunggu makan pagi selesai untuk dihidangkan, kami melakukan pengamatan burung.

Pengamatan pagi itu merupakan pengamatan di hari kedua. Hari sebelumnya, kami melakukan pengamatan di mulai dari jam satu siang. Pengamatan burung di kawasan suaka elang yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini di ikuti sebelas anggota Mailing List SBI-Info yang merupakan sebuah jaringan pengamat burung yang ada di indonesia.

Kali ini teman-teman SBI Info dapat melakukan pengamatan burung selama dua hari di kawasan Taman Nasional yang berada di lokasi Resort Salak I di lereng gunung salak. Suasana yang tenang dan udara yang masih sejuk membuat para pengamat burung dari berbagai latar belakang ini betah untuk berlama-lama di tempat itu.

Suara kicau burung-burung semak dan lengkingan suara Elang Jawa(Spizaetus bartelsi) semakin menambah semangat para penggila kegiatan pengamatan burung ini. Pagi itu setidaknya 21(duapuluh satu) jenis burung berhasil teridentifikasi dalam waktu lebih kurang satu jam pengamatan.

Untuk lebih lengkapnya dapat di download di links yang ada di bawah ini:

http://www.ziddu.com/download/5510549/SBI-Infopengamatandisuakaelang.pdf.html

Filed under: artickel, birdwatching , , ,

Pasangan yang setia(Elang Laut Perut Putih)

Senin, 2009 Juni 29

Sebelum kapal yang membawa kami melanjutkan perjalanan pulang, saya menyempatkan meminta kepada Kapten Kapal Motor untuk lebih mendekat ke pohon Cemara Laut(Cassuarina equisetifolia) yang sedang digunakan oleh pasangan Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster) bersarang(Juli 2007). Pasangan elang laut yang kami beri nama Yudi dan Yuni ini bersarang di Pohon Cemara laut tepat di pinggir pantai(bagian pulau paling pinggir). Kami, Team Monitoring, Pada saat itu memberi nama pasangan itu Yudi dan Yuni karena secara kebetulan nama Pulau dimana pasangan elang ini bersarang adalah Pulau Yu Barat yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
Begitu kapal mendekat saya langsung membidikan Kamera saya ke pohon tersebut dengan arah yang sudah pasti posisi sarangnya berada. Tanpa saya sadari ternyata tidak jauh dari sarang dengan perkiraan 3 meter dari sarang ada Individu Jantan sedang bertengger menunggui si Yuni sang Betina yang sedang berada di sarang. Saya baru tahu kalau ada si Yudi setelah melihat hasil Jepretan tadi.
Terlihat jelas sekali kalau Yudi begitu setia menunggui pasangannya yang sedang menjalankan tugasnya menungerami telur buah hasil percintaan mereka. Yudi disaat sedang tidak pergi untuk mencari makan dia akan bertengger di dahan atau di pohon yang tidak jauh dari lokasi sarang mereka berada.
Banyak orang bilang untuk jenis elang laut ini pola hidupnya adalah Monogamus(Hanya mempunyai satu pasangan), dan inilah salah satu bentuk kesetiaan si pejantan dalam menjaga hubunganya dengan pasangannya. Kadang Yudi pulang kesarang dengan membawa sesuatu yang entah itu bahan untuk sarang maupun sekedar sedikit makanan buat si Yuni, pasangannya yang sudah beerapa tahun tetap setia melayani dia.
Pasangan Yudi dan Yuni ini setahun sebelumnya juga berhasil menghasilkan satu anak. Tapi anakan dari pasangan ini hilang karena di curi oleh pemburu. Dan ternyata diketahui bahwa Elang Laut anakan yang waktu itu diserahkan ke Program Rehabilitasi Elang di Kepulauan Seribu berasal dari Pulau Yu Barat dimana Yudi dan Yuni bersarang. Anakan elang yang waktu itu di serahkan di beri nama Rocky oleh teman-teman yang bekerjha di Program Rehabilitasi. Saya salah satunya.
Pejantan akan terus menjaga daerah Breeding Teretory-nya dari jenis lain benar-benar sangat ketat. Team waktu itu sempat melihat perkelahian sesama elang laut yang salah satunya adalah Yudi yang teus mengusir elang laut yang datang ke daerah breeding teretorynya. Dia terus mempertahankan daerah kekuasaanya dari elang lain. Ketika Yudi sibuk mempertahankan daerahnya, Yuni tetap dengan tugasnya. Menjaga sarang dan telurnya. Ini menunjukan peran masing-masing individu begitu terlihat.
Setelah puas dengan gambar yang dihasilkan, perjalanan pulang pun di lanjutkan. Melihat Yudi yang begitu setia menjaga Yuni dan calon keturunanya saya kembali berfikir, ” Burung saja mempunyai rasa kesetiaan yang begitu besar, Kenapa manusia kadang lebih buruk dari mereka ya?”.

Filed under: artickel, birdwatching, umum , , ,