Sekelumit cerita dari Musi

Berkunjung ke Sungai Musi merupakan kesempatan yang jarang aku dapatkan. Perjalanan di Sumatra bulan lalu bisa dibilang lumayan panjang. Yogyakarta langsung ke Pekanbaru, dilanjut ke Pulau Rupat yang berbatasan langsung dengan Malaysia untuk ngintip raptor migrant yang meninggalkan Indonesia selama empat hari.

mbah MacKinnon, abk dan sporc dalam perjalanan menuju TN Sembilang

Menyusuri sungai Musi di kabupaten Banyuasin, Palembang sebenarnya bukan termasuk agenda perjalanan di Sumatra. Ke Palembang pun rencana awal hanya mengisi seminar di Universitas Sriwijaya yang menjadi rangkaian Meeting of Partener East Asian Australasian Flyway Partnerships yang ke – 6. Keikutsertaan saya di MOP tersebut hanyalah kebetulan saja karena menggantikan pak bos yang berhalangan hadir.

Syukur alhamdulillah ternyata nasib berkata lain. Saya yang dapat kesempatan bertemu orang – orang hebat termasuk Jhon MacKinnon si penulis kitab burung kawasan Sunda Besar. Nyesel juga ndak bisa foto bareng.

Tanggal 22 Maret 2012 yang lalu setelah semua rangkaian pertemuan kemitraan jalur terbang selesai semua peserta diarahkan untuk berkunjung ke lokasi wintering site burung – burung pantai migran di Taman Nasional Sembilang. Untuk mencapai lokasi kami harus menyusuri Sungai Musi yang terkenal di Palembang itu. Berbagai jenis burung kami temui sepanjang perjalanan menuju TN Sembilang.

Nampak di satu pohon kering di pinggir sungai sekelompok Bangau Tong-tong. Burung dengan paruh panjang dan kuat, kepala botak itu bertengger pada satu pohon kering bertujuh. Sangat menarik karena sebagian besar peserta ada yang belum pernah melihat bangau dengan nama inggris Lesser Adjutant itu dalam satu kelompok. Simba dari Birdlife International untuk Asia menyebutkan bahwa itu merupkan pengalaman pertamanya melihat bangau tong – tong dalam jumlah besar.

Si tong – tong dengan nama ilmiah Leptoptilos javanicus itu merupakan jenis yang umum yang ada di sepanjang aliran sungai musi. Lahan basah yang ada di Kabupaten Banyuasin menjadi habitat yang pas bagi kehidupan jenis – jenis burung air baik yang bermigrasi maupun yang penetap. Bukan hanya bangau tong – tong tapi berbagai jenis burung air lainya bisa ditemukan di sungai musi.

Yang saya lihat di Sungai Musi itu masih kecil jumlahnya jika dibanding dengan yang saya temukan di Pematang Gadung, Ketapang, Kalimantan Barat dan Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Tapi walaupun sedikit yang di sungai musi berbeda dengan lokasi – lokasi lain yang sudah pernah saya temukan. Di Sungai Musi saya bisa dapat dokumentasinya dan bisa dibilang cukup dekat. Dengan modal Kamera Nikon D40 + Lensa Nikor 70-200mm yang berjamur beberapa frame tong – tong masuk dalam memory 4GB beserta burung – burung yang lain.

Bukan hanya bangau tong-tong yang menarik buat saya. Elang Bondol yang menjadi maskot DKI Jakarta itu juga mudah ditemukan sepanjang perjalanan menuju TN Sembilang. Bahkan bisa dibilang sebelum kami menemukan arisan tong-tong terlebih dahulu kami menemukan elang dengan nama ilmia Haliastur indus yang sedang berpesta pora menyambar makanan yang mengapung. Elang Laut Perut Putih atau Haliaeetus leucogaster juga menjadi suguhan yang menarik disaat pantat terasa sakit karena hentakan kapal kayu yang melewati gelombang kecil.

Burung – burung lainya adalah Blekok, Kuntul dan Sunda Teal(Bebek2an). Kemudian jenis Dara Laut juga banyak kami temui ketika kapal sudah mendekat ke muara. Burung dara laut asik mengikuti nelayan yang sedang menjaring Udang Gala dan ikan-ikan kecil yang dijual untuk umpan ikan yang lebih besar.

Dari pertama kapal yang membawa kami start dari pelabuhan tanda-tanda bakal ketemu banyak burung sudah terlihat. Pokoknya amazing journey,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s