Cerita Sunset dari Ketapang

Teman sekaligus Guide kami selama di lapangan(Ketapang) orangnya memang hobi bercerita. Selalu saja ada bahan. Dari cerita satu nyambung ke cerita yang lain dan begitu seterusnya. Dia akan terus bercerita baik di mobil maupun di kedai kopi Miyabi. Sampe-sampe orang-orangdi sekitar kami pun ikut tersenyum.

Ada satu cerita yang aku tak bisa lupa sampai akhirnya aku coba untuk bagikan cerita ini sama teman-teman.

Temanku bercerita bahwa ada dua orang pemuda dari Hulu atau Kampung di pedalaman yang jauh sekali dari pantai.

Sebut saja namanya A dan B.

Nah si A ini bisa dibilang sudah cukup berpengalaman karena sudah sering keluar dari kampungnya yang jauh berada di pedalaman sehingga dia bisa banyak bercerita sama temannya. Kebetulan sekali pada suatu sore si A ingin pergi ke pantai menikmati suasana Sunset dari pinggir pantai. Dia sudah berangan-angan bahwa sunset itu indah. Selain matahari tenggelam dia juga sudah membayangkan semburat cahaya kuning, merah hingga kejinggaan akan terlihat sore itu.

Di ajaklah si B teman dia dari kecil.
”Ikut yuk!”. ajak si A
”kemana?”. Jawab si B.
”Kita ke pantai melihat sunset”. Imbuh si A
”Apa itu sunset?”. Lagi. Tanya si B. Wajar kalau dia tanya karena dia belum tau istilah macam itu.

“Sunset itu sebutan untuk matahari yang tenggelam di waktu petang”. Terang si A. Dia menerangkan panjang lebar apa itu sunset. Sepanjang jalan dia bercerita yang bagus-bagus dan yang dia ketahui perihal sunset yang mau dia lihat kali ini. Sampailah mereka di pinggir pantai. Kebetulan matahari sudah lumayan rendah karena waktu juga sudah sore. Tidak perlu waktu lama untuk menunggu sampai sunsetnya benar-benar bagus nih. Pikir si A.

Dan tibalah waktunya.
“Nah itu namanya sunset”. Tunjuk si A kepada si B.”matahari terbenam itulah yang dinamakan sunset. Suatu keindahan yang abadi. Sungguh penciptaan yang sempurna dari yang maha kuasa”. Kata si A begitu menggebu-gebu. Tapi si B seperti tidak mendengar apa yang di katakan si A.

Si B terlihat sedang berpikir keras. Memikirkan sesuatu yang tidak ia pahami. Sesuatu yang menurut dia itu aneh. Si A pun bingung melihat tingkah temannya itu. Diam, bengong tapi seperti sedang memikirkan sesuatu.
”Nah,.. apa kubilang! Bagus kan sunset itu?” kata si A.”kamu pasti bingung ya kok bisa sebagus itu namanya matahari terbenam. Iya, kan?”.
”Aku tidak bingung apalagi heran dengan keindahan sunset itu”. Kata si A.
” Lantas!”.
”Yang aku bingung itu, sudah ada berapakah matahari didalam laut sana?.. coba kamu hitung saja tiap hari mataharinya jatuh satu,.. satu,.. satu,.. dan satu setiap hari. Di atas persediaan yang tuhan punya tinggal berapa ya?”. kata si A.

Dan si A” ¿????!!!!&%$##???”,….

4 thoughts on “Cerita Sunset dari Ketapang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s