Pesona si Hitam dan Pemburu Madu

Ngamatin si hitam

Kamis 10/01. Saya, Gunawan dan Slamet jalan ke Kawasan Gunung Salak untuk pengamatan Raptor. Kami berangkat setelah sebelumnya menyempatkan untuk makan pagi dan ngopi dirumah Gunawan. Tujuan kami adalah untuk survey Raptor di Kawasan Gunung Salak. Selama ini data Raptor di Taman Nasioal Gunung Halimun Salak masih terbatas di sekitaran Halimun atau Koridor Halimun-Salak saja. Belum menyentuh kawasan sekitar Ciapus.

Kebetulan hari itu saya sedang tidak bekerja di tempat saya bekerja alias sedang libur jadi bisa jalan-jalan untuk melihat Raptor.

Untuk mendapat arah pandang yang cukup lega dan strategis bisa melihat ke segala arah kami sempat bingung karena hampir semua tempat di tanami Pohon Pisang dan Tanaman Sayuran. Kami terus berjalan walapun “menggeh-menggeh” dan Ngos-ngosan kami terus mencari tempat yang lumayan bagus.

Ada ibu-ibu yang berbaik hati menunjukan jalan ketika kami bilang mau ke atas untuk lihat burung. Ibu itu menunjukan jalan yang sudah biasa dilalui oleh warga yang hendak berkebun.

Begitu kami dapat tempat yang sedikit enak, kami yang sudah ngos-ngosan langsung berhenti istirahat duduk di atas rumput yang masih hijau dan sedikit basah sisa air hujan semalam.

Sambil istirahat mata kami jelalatan kesana kemari siapa tahu ada elang yang keluar karena kebetulan cuaca sedang cukup bagus dan matahari terasa begitu hangat. Keadaan cuaca seperti itu yang biasa di manfaatkan elang untuk beraktifitas.

Benar saja.

“Itu ada yang soaring”. Kata Gunawan, Ketua Raptor Indonesia.

Saya langsung mengeluarkan Teropong yang terbilang lama tapi masih bagus. Satu Indian Black Eagle Ictinaetus malayensis sedang soaring. Tidak lama sih soale langsung menghilang dibalik punggungan.

Tempat pertama dirasa masih kurang strategis karena didepan kami amsih ada punggungan yang menghalangi arah pandang kami maka kami melanjutkan kembali perjalanan kami untuk mendapat tempat yang lebih strategis lagi.

Akhirnya di tempat bekas Peternakan Ayam-lah kami memasang perlatan kami setelah sebelumnya melihat elang dengan warna bagian bawah putih terang terbang melitas di atas kami.

“Wow! itu tadi Elang Brontok Spizaetus cirrhatus fase terang”. kataku

“Masih muda banget”. Sahut gunawan.

Tapi kok menghilang begitu saja itu elang. Tidak terlihat lagi.

Tiba-tiba.

“Itu, Man! elangya bertengger di Pohon Pete”. kata gunawan

Sikep Madu Asia??

Ternyata benar. Tapi kok akhirnya kami tidak yakin kalau itu Elang brontok. dari bentuk leher yang lebih kecil dan kepala yang juga kecil itu lebih cenderung ke Sikep Madu Asia Pernis ptilorhynchus yang migran. Masa migran masih disini?.. berarti tidak semua jenis Raptor Migran itu sampai ke tujuan yaitu indonesia bagian timur?..

Itu yang menghampiri pemikiran kami.

Sedang asik mengamati elang yang kami putuskan sebagai Sikep Madu dengan nama inggris Oriental Honey Buzzard variant Pale Morh juvenile, Slamet kasih kabar kalau ada dua Indian Black Eagle atau Elang Hitam yang terbahng ke arah saya dan gunawan. Dan itu berita benar. Dua elang hitam satu soaring dan satu undulating,..

Wow,.. it’s amazing,..(masa bodo penulisanya benar apa tidak)

Bukan bogor dan bukan gunung salak namany kalau cuaca terlihat sedikit gelap tidak turun hujan. Dan itu yang terjadi di saat kami sedang ngamatin elang hitam tadi.

Kami bertiga pun berteduh di bagunan Rumah yang dulunya dijadikan kantor peternakan ayam.

Begitu hujan reda kami kembali melanjutkan pengamatan. Syukur alhamdulilah karena ternyata elang-elang itu kembali muncul ketika hujan berhenti. Terlihat dua ekor elang sedang soaring. Satu warna sangat terang dan satu agak gelap yang ternyata itu adalah Sikep Madu Asia. Lumayan lama kedua elang itu melakukan soaring dan kemudian menghilang dibalik rimbunya pohon hutan gunung salak.

Pengamatan dilokasi itu dirasa cukup dan kami butuh tempat yang lebih tinggi lagi. Akhirnya kami berangkat ke tempat dimana Slamet yang biasa di panggil Mame itu pengamatan. Ternyata tempatnya lumayan bagus. Bisa lihat ke segala arah. Bisa tahu darimana arah datangnya sihitam…

Tapi berhubung waktunya sudah siang jadi ketika kami sampai ditempat itu yang terlihat cuma elang hitam yang sebelumnya sudah kami lihat..

Gunung Salak yang berkabut

Cuaca makin tidak meyakinkan untuk kami berlama-lama ditempat itu. Melihat gelagat cuaca yang sepertinya akan segera turun hujan kami memutuskan untuk kembali kebawah dan melanjutkan pulang.

Kami turun sekitar jam satuan karena cuaca sudah tidak memungkinkan lagi buat kami ngamati elang elang yang begitu mempesona itu. Dan ternyata tebakan kami tidak meleset.

Begitu kami sampai dikampung hujan langsung turun..

Pesona yang ada pada si hitam dan pemburu madu cukup membuat libur kerja kali ini berbeda dengan libur sebelumnya. Akhinya status di twitter”kangen birdwatching” itu dapat terobati dengan melihat sihitam dan si pemburu madu,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s