Maskot DKI Jakarta dalam sebuah Foto

Banyak Negara yang menggunakan satwa liar sebagai Simbol. Indonesia menggunakan Elang Jawa Spizaetus bartelsi sebagai Lambang Negara dengan di tetapkanya jenis tersebut sebagai satwa nasional karena kemiripanya dengan “Garuda” pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Amerika yang menggunakan Bald Eagle sebagai lambang negara.

Raptor merupakan jenis burung yang mempunyai kasta tertinggi dalam sebuah rantai makanan di anggap sebagai jenis burung yang mempunyai karisma. Ups! ternyata bukan hanya karena elang itu terlihat sangat gagah jika dilihat dari bentuknya. Mempunyai paruh yang tajam, kaki yang kuat dan kuku yang tajam terlihat sangar dan tak jarang bisa menyebabkan luka jika tak hati-hati ketika memegangnya.

Jakarta yang menjadi Ibu Kota negara ini ternyata juga mempunyai lambang daerah yang mungkin kebanyakan orang yang tinggal di jakarta tidak mengetahuinya. Elang yang dulunya hidup di sungai-sungai besar yang membelah jakarta ini di padukan dengan Salak Condet yang ada di jakarta pada era pemerintahan Gubernur Ali Sadikin menjadikan elang bondol Haliastur indus dan salak condet sebagai Lambang Daerah Ibu Kota Jakarta.

Haliastur indus

Saat ini mungkin kita tidak akan mendapati elang bondol maskot jakarta ini terbang berkeliaran di Jakarta karena pasti akan di tembak mati oleh pemburu. Saat ini penghuni kota metropolitan hanya bisa melihatnya di kandang yang ada di rumah-rumah mewah atau di pasar burung. Tapi jangan putus asa dulu. Jika mau meluangkan waktu pergi ke Kepulauan Seribu yang ada di Utara Jakarta anda pasti bisa melihat elang bondol terbang bebas.

Selain di kandang dan pasar burung mungkin saat ini anak-anak sekolah yang ada di jakarta bisa melihat burung yang menjadi simbol daerahnya itu dalam bentuk foto karena itu yang paling mudah. Dan itu pun tidak semua rumah yang ada di jakarta mempunyai foto elang yang dengan bangganya si empunya rumah memasang foto itu di salah satu dinding rumahnya.

Saat ini di Kepulauan seribu masih ada jenis elang ini. Jika tidak ada tindakan yang nyata dari Pemerintah Daerah selaku pemangku daerah itu dan sebagai pihak yang meresmikan jenis ini sebagi simbol daerah pemerintahanya maka selamanya Maskot mereka hanya akan ada dalam bentuk Foto dan dongeng belaka. Kita bisa lihat jika setiap bulan di pasar burung yang ada di jakarta minimal 2 ekor maka dalam satu tahun ada 24 ekor elang dan 730 ekor elang yang di jual dan pasti di alam akan benar hilang.

Jika Maskot itu hanya tinggal sebuah foto usang yang menempel di dinding maka tidak bisa di banggakan lagi dan hanya akan menjadi cerita ” Nih,.. maskot Jakarta”… “Ini lho burung yang jadi maskot Tempat dimana kita tinggal” begitu dan akan terus begitu. Sebuah foto maskot yang akan menjadi penghuni Museum Daerah.

3 thoughts on “Maskot DKI Jakarta dalam sebuah Foto

  1. wah elang emang susah di jawa ini… di jakarta masih enak ada kepulauan seribu yg masih ada elang bondol. Di Surabaya saya ndak pernah nemuin satu elang pun. padahal saya pengen banget moto elang bondol pas terbang nyari mangsa…

    btw thanks atas sharing artikel ya…

    salam kenal

    Like

  2. wah elang emang susah di jawa ini… di jakarta masih enak ada kepulauan seribu yg masih ada elang bondol. Di Surabaya saya ndak pernah nemuin satu elang pun. padahal saya pengen banget moto elang bondol pas terbang nyari mangsa…

    btw thanks atas sharing artikel ya…

    salam kenal

    **Bung Edy,.. Kalau di surabaya saya sendiri belum tau tempat yang bagus untuk lihat elang tuh dimana..kalau burung air bisa lihat di Tambak2 yang ada di Wonorejo.

    Salam kenal juga

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s